Sunday, December 4, 2016

Rasa Takut Hanzalah terhadap Sifat Munafik

Rasa Takut Hanzalah terhadap Sifat Munafik ~ Hanzalah ra bercerita: "Suatu ketika, kami sedang di majelis Rasulullah saw. Beliau menasihati kami sesuatu yang membuat hati kami menjadi lembut dan air mata pun bercucuran. Seolah-olah kami mendengar hakikat yang sebenarnya. Selesai dari majelis Rasulullah, saya kembali ke rumah dan berkumpul dengan anak dan istri. Lalu mulailah kami berbicara masalah duniawi dan bercanda dengan anak-anak dan istri. Ketika itu, saya merasakan keadaannya berbeda dengan ketika di dalam majelis Nabi saw. Hal itu terpikir dalam benak saya. Hati kecil saya mengatakan, "Sebenarnya kamu termasuk orang munafik, sebab ketika di Majelis Rasulullah saw, keadaanmu berbeda dengan ketika di tengah-tengah anak-anak dan istrimu. Setelah menyadari hal itu, Hanzalah merasa kecewa. Dengan pikiran kalut dia keluar rumah sambil berteriak pada dirinya sendiri.


"Hanzalah! kamu telah munafik". Abu Bakar ra yang mendengar teriakan itu datang menghampiri.

"Hanzalah telah menjadi munafik," kata Hanzalah

"Subhanallah! tidak benar apa yang kamu katakan!" Sahut Abu Bakar.

Hanzalah pun menceritakan kejadiannya mengapa dia berteriak-teriak seperti itu. Dia menjelaskan ketika Rasulullah saw menceritakan tentang surga dan neraka, berurai air matanya. Tetapi ketika pulang dan bercanda dengan anak dan istrinya, maka semua yang terjadi bersama Rasulullah saw terlupakan. Abu Bakar menyahut, "Ya itupun terjadi pada kami."

Lalu keduanya menemui Rasulullah saw. Hanzalah berkata, "Ya Rasulullah, saya telah menjadi munafik."

"Apa yang terjadi?. tanya beliau.

Hanzalah menceritakan yang sebenarnya. Jawab beliau. "Demi Zat yang nyawaku berada di tangan-Nya, jika setiap saat keadaanmu senantiasa seperti ketika bersamaku, maka para malaikat akan menyambutmu. Namun Hanzalah, keadaan seperti yang kamu alami hanya kadang-kadang saja terjadi."
Hikmah:
Nifak atau Munafik adalah penyakit yang berbahaya dan merupakan salah satu dosa besar, karena ia menampakkan diri sebagai seorang muslim, sementara dalam hatinya ia kufur. Munafik timbul tidak hanya dalam hal agama, tetapi juga dalam segala aspek kehidupan.
Sumber: Maulana Muhammad Zakariyya, Fadhilah Amal
Share: