Monday, April 13, 2015

Datangnya Rasa Malas





Malas dalam bahasa Arab disebut dengan al-kaslu yang bermakna berat untuk mengerjakan sesuatu dan berhenti dari menyempurnakan sesuatu.
Imam Raghib al-Ashfahani rahimahullah mengatakan, “Malas adalah merasa berat dalam suatu urusan yang seharusnya tidak perlu merasa berat.” Penyakit malas adalah salah satu penyakit yang sering muncul secara tiba-tiba, tak jarang bahkan menetap dalam hati dan pikiran. Secara psikologis, malas memang bukan penyakit fisik yang dapat terlihat secara kasat mata. Malas adalah salah satu penyakit dari dalam jiwa yang berbahaya karena menyerang hati dan otak, pusat seluruh organ kita. Waspadalah, penyakit malas secara epidemiologi tidak memandang orang, waktu, dan tempat. Seluruh golongan umur, tua, muda, anak-anak, remaja dapat terkena penyakit ini. Seluruh tempat di dunia ini bisa terjangkit wabah malas, kapanpun! 
 Setiap muslim ada yang mengalami masa semangat dan ada yang mengalami rasa malas. Namun ada rasa malas yang tercela dan ada yang masih terpuji. Dan rasa malas yang datang ini sifatnya naluri yang bisa jadi ditemukan ketika beramal atau ketika kita belajar ilmu diin.

Setiap Orang Bisa Futur (Kendor Semangat)

عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ دَخَلْتُ أَنَا وَيَحْيَى بْنُ جَعْدَةَ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ مِنْ أَصْحَابِ الرَّسُولِ قَالَ ذَكَرُوا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَوْلاَةً لِبَنِى عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ إِنَّهَا قَامَتِ اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ. قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَكِنِّى أَنَا أَنَامُ وَأُصَلِّى وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ فَمَنِ اقْتَدَى بِى فَهُوَ مِنِّى وَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً ثُمَّ فَتْرَةً فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى بِدْعَةٍ فَقَدْ ضَلَّ وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّةٍ فَقَدِ اهْتَدَى »
Dari Mujahid, ia berkata, aku dan Yahya bin Ja’dah pernah menemui salah seorang Anshor yang merupakan sahabat Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, para sahabat Rasul membicarakan bekas budak milik Bani ‘Abdul Muthollib. Ia berkata bahwa ia biasa shalat malam (tanpa tidur) dan biasa berpuasa (setiap hari tanpa ada waktu luang untuk tidak puasa). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Akan tetapi aku tidur dan aku shalat malam. Aku pun puasa, namun ada waktu bagiku untuk tidak berpuasa. Siapa yang mencontohiku, maka ia termasuk golonganku. Siapa yang benci terhadap ajaranku, maka ia bukan termasuk golonganku. Setiap amal itu ada masa semangat dan ada masa malasnya. Siapa yang rasa malasnya malah menjerumuskan pada bid’ah, maka ia sungguh telah sesat. Namun siapa yang rasa malasnya masih di atas ajaran Rasul, maka dialah yang mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad 5: 409).
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّهُ تَزَوَّجَ امْرَأَةً مِنْ قُرَيْشٍ فَكَانَ لاَ يَأْتِيهَا كَانَ يَشْغَلُهُ الصَّوْمُ وَالصَّلاَةُ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « صُمْ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ ». قَالَ إِنِّى أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ فَمَا زَالَ بِهِ حَتَّى قَالَ لَهُ « صُمْ يَوْماً وَأَفْطِرْ يَوْماً ». وَقَالَ لَهُ « اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى كُلِّ شَهْرٍ ». قَالَ إِنِّى أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ « اقْرَأْهُ فِى كُلِّ خَمْسَ عَشْرَةَ ». قَالَ إِنِّى أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ « اقْرَأْهُ فِى كُلِّ سَبْعٍ ». حَتَّى قَالَ « اقْرَأْهُ فِى كُلِّ ثَلاَثٍ ». وَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَةً وَلِكُلِّ شِرَةٍ فَتْرَةً فَمَنْ كَانَتْ شِرَتُهُ إِلَى سُنَّتِى فَقَدْ أَفْلَحَ وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ »
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa ia telah menikahi wanita dari Quraisy, namun ia tidaklah mendatanginya (menyetubuhinya) karena sibuk puasa dan shalat (malam). Lalu ia menceritakan hal ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda, “Berpuasalah setiap bulannya selama tiga hari.” “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Lalu ia terus menjawab yang sama sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan padanya, “Puasalah sehari dan tidak berpuasa sehari.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berkata padanya, “Khatamkanlah Al Qur’an dalam sebulan sekali.” “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Kalau begitu kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Khatamkanlah Al Qur’an setiap 15 hari.” Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Kalau begitu kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Khatamkanlah Al Qur’an setiap 7 hari.” Lalu ia terus menjawab yang sama sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Khatamkanlah setiap 3 hari.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Ingatlah setiap amalan itu ada masa semangatnya. Siapa yang semangatnya dalam koridor ajaranku, maka ia sungguh beruntung. Namun siapa yang sampai futur (malas) hingga keluar dari ajaranku, maka dialah yang binasa.” (HR. Ahmad 2: 188. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim, demikian kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)
عَنْ جَعْدَةَ بن هُبَيْرَةَ ، قَالَ : ذُكِرَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْلًى لِبَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يُصَلِّي وَلا يَنَامُ ، وَيَصُومُ وَلا يُفْطِرُ ، فَقَالَ : ” أَنَا أُصَلِّي وَأَنَامُ ، وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ ، وَلِكُلِّ عَمِلٍ شِرَّةٌ ، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ ، فَمَنْ يَكُنْ فَتْرَتُهُ إِلَى السُّنَّةِ ، فَقَدِ اهْتَدَى ، وَمَنْ يَكُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ ، فَقَدْ ضَلَّ “.
Dari Ja’dah bin Hubairah, ia berkata bahwa disebutkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai bekas budak milik Bani ‘Abdul Muthollib, ia shalat (malam) namun tidak tidur. Ia puasa setiap hari, tidak ada waktu kosong untuk tidak puasa. Lalu Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku sendiri shalat (malam) namun aku tetap tidur. Aku puasa, namun lain waktu aku tidak berpuasa. Ingatlah, setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang.” (HR. Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir 2: 284Ja’dah bin Hubairah dalam riwayat ini diperselisihkan apakah ia seorang sahabat. Riwayat ini mursal sebagaimana ta’liq atau komentar Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam musnad Imam Ahmad 5: 409)
Beberapa riwayat di atas menunjukkan bahwa setiap orang akan semangat dalam sesuatu, dan waktu ia kendor semangatnya. Dan di antara sebab mudah futur (malas dalam ibadah) adalah karena terlalu berlebihan dalam suatu amalan. Sehingga sikap yang bagus adalah pertengahan dalam amalan atau belajar, tidak meremehkan dan tidak berlebihan.
 Demikianlah penjelasan yang bisa saya sampaikan mengenai datangnya sifat malas yang bisa datang setiap saat. Semoga dengan penjelasan di atas, kita dapat menjauhkan diri kita dari rasa malas kita yang dapat menganggu kegiatan kita dalam menjalankan aktivitas sehari – hari.

Sumber : Hidayatullah.com 
Share:

Sunday, April 12, 2015

Cara Mengatasi Malas


Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan.
Menurut (Edy Zaqeus: 2008) Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban,dll.
Pada era globalisasi, perilaku malas sangat merugikan. Sebab, pada era ini berlaku nilai siapa yang mampu dan produktif, dialah yang akan berhasil. Tapi tentu saja, perilaku ini bukanlah kartu mati yang tidak bisa diubah. Ada berapa cara yang bisa dilakukuan untuk mengatasi rasa malas. Dibawah ini ada sedikit cerita yang berhubungan tentang cara mengatasi rasa kemalasan. Bagaimanakah dengan ceritanya? Mari kita simak di bawah ini .
AZAN shubuh sudah berkumandang, tetapi Herman masih enggan bangun. Sekejap terdengar olehnya suara rintik hujan. Dan, seketika itu ia langsung menarik selimutnya lagi dan tidur lagi. Begitulah Herman setiap paginya.
Lain halnya dengan Hendra. Meski ia tidak pernah terlambat sholat Shubuh, ia selalu terlambat berangkat ke sekolah. Bukan karena apa-apa. Ia agak enggan melepas gad-get-nya setiap usai sholat Shubuh. Begitulah Hendra setiap paginya.
Sementara itu Humam, ia suka sekali mengerjakan apapun menjelang deadline (batas akhir). Ia memang sering mengatakan bahwa dirinya tak pernah mampu mengatur waktu, sehingga selalu saja mengerjakan apapun yang penting setelah benar-benar dekat deadline.
Sahabat, ketiga anak muda tadi mengidap satu penyakit yang sama, meski beda bentuknya, yakni malas. Umumnya, penyakit mental ini banyak menerpa kalangan muda, terutama kala mereka harus melakukan apa yang sudah mereka pahami sebagai suatu hal yang mesti disegerakan. Tetapi, bukan berarti semua yang sudah tak muda lagi telah terbebas dari sifat malas ini.
Malas bisa menyerang siapa saja dan kapan serta dimana saja. Oleh karena itu, ayuk kita kenali bersama-sama apa malas itu dan mengapa malas itu hadir serta bagaimana cara mengusirnya.
Dalam satu bahasan psikologi malas itu diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan.
Wujudnya bisa bermacam-macam. Diantaranya adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, dan selalu mencari alasan-alasan pembenaran. Tentu saja, sikap seperti itu merupakan perilaku negatif yang sangat merugikan, baik masa kini lebih-lebih masa depan.
Pertanyannya, mengapa malas itu hadir? Ada banyak sebab. Meski pada prinsipnya malas juga bagian dari sifat bawaan manusia. Tetapi, dalam hal ini kita tetap perlu mengetahui, mengapa malas itu hadir.
Pertama, malas hadir karena hati kita lebih tertarik pada hal-hal yang mengasyikkan atau melenakan. Seperti tidur saat Shubuh, itu kan enak dalam pengertian malas. Kemudian main gad-get, itu kan asyik dan melenakan, sehingga tanpa terasa seseorang tanpa sadar dan penyesalan kehilangan waktu.
Kedua, malas hadir karena belum adanya kesungguhan hati untuk berkomitmen mendisiplinkan diri, baik dalam hal waktu, tugas, maupun ibadah. Kalau seseorang tidak benar-benar mengikrarkan diri dan berusaha mati-matian untuk disiplin alias tidak malas, sampai kapanpun malas akan mudah menyerang.
Ketiga, faktor pergaulan. Bagaimana kita mau disiplin belajar, ibadah dan mengerjakan tugas sekolah, kalau kita bergaulnya sama orang-orang yang malas, suka hura-hura dan sebagainya.
Mengusir Malas
Kalau begitu bagaimana cara mengusir malas? Secara teori baik dalam tinjauan psikologis dan motivasi banyak cara. Tetapi, coba deh resep yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam.
Pertama, memahami konsep waktu. “Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah waktu sehatmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu.” (HR. Imam Bukhari).
Pahami benar pentingnya waktu. Kalau ada hal paling misteri di muka bumi ini, itulah waktu. Mengapa kita tidak boleh menunda apalagi malas, karena waktu tak ada yang bisa jamin. Dan, boleh jadi saat kita menunda suatu pekerjaan pada suatu waktu, eh ternyata kala waktu itu tiba, datang kesibukan lainnya. Akhirnya apa? Ya ujung-ujungnya, semua gak ada yang terlaksana. Jatuh deh kredibilitas diri kita.
Oleh karena itu, kita harus benar-benar memahami konsep waktu ini dengan baik. Sebab waktu tak akan pernah bisa kembali. Itulah mengapa Imam Ghazali mengatakan yang terjauh dari hidup kita itu adalah waktu.
Kedua, milikilah mental bersegera dalam kebaikan dan ampunan-Nya. Setelah memahami pentingnya waktu, ikutilah perintah Allah Ta’ala untuk kita bersegera dalam kebaikan dan ampunan Allah Ta’ala. Ya, kalau dengar adzan, berjuanglah untuk bisa sholat tepat waktu, syukur berjama’ah ke masjid.
Ketiga, berdoalah kepada Allah Ta’ala. Trik dan tips apapun tidak akan benar-benar menyelamatkan diri kita dari malas jika tanpa pertolongan Allah kepada kita.
Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam mengajarkan kita sebuah doa agar dilindungi dari sifat malas.
“Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud). Wallahu a’lam.*
Demikianlah tadi sedikit cerita tentang cara mengatasi kemalasan, kita yang terkadang merasa terejebak dengan rasa kemalasan, semoga dengan cerita di atas kita bisa mengatasi kemalasan kita agar kita dapat menjalankan aktivitas kita dengan baik.

Sumber : hidayatullah. Com 
Share:

Infografik: Apa Yang Harus Diketahui Oleh Pemilik Toko Online Tentang Pengguna Tablet Pc?


Bukan hal yang asing lagi jika saat ini keberadaan tablet PC memiliki peran yang sangat berarti untuk membantu perkembangan sebuah bisnis. Memang tidak semua bisnis harus menggunakan tablet PC, tetapi tidak sedikit bisnis yang mau tidak mau sangat membutuhkan keberadaan tablet PC untuk menopang jalannya sbuah bisnis maupun pekerjaan. Dengan menggunakan perangkat tersebut suatu bisnis maupun pekerjaan bisa tetap dijalankan dimanapun dan kapanpun juga. Saat ini beberapa pilihan tablet PC yang bisa dimanfaatkan untuk menjalankan bisnis online.
Infografik adalah sesuatu yang tidak hanya menghibur, tapi juga memberi manfaat. Salah satu infografik yang masuk dalam definisi tadi adalah Infografik berjudul "Are Tablets Buyers Taking Over Ecommerce?" yang dibuat oleh monetate. Ilmu apa yang bisa diambil dari gambar berinfo ini? Let me show you ...

Hasil penelitian yang ada di dalam infografik ini umumnya berdasarkan narasumber yang ada di negara Amerika Serikat. Tapi itu tidak menutupi kemungkinan bahwa para pengguna tablet yang ada di negara lain pun mungkin akan menghasilkan jawaban yang tidak jauh berbeda dengan rekan-rekannya di negeri paman sam.
1. Fakta menarik

Sekitar 60% pengguna tablet adalah pria. Sama seperti beberapa produk IT lain, tampaknya pria adalah kaum yang paling berani mencoba-coba hal baru dibanding perempuan. Ini bukan berarti tidak ada wanita yang suka mencoba-coba, hanya saja jumlah laki-laki yang suka mencoba-coba biasanya lebih banyak ketimbang perempuan. Saya minta maaf kalau salah.

Dan ini yang mungkin agak mengejutkan, 43% diantara pengguna tablet ternyata memiliki penghasilan sekitar USD$50,000 per tahun. Kalau dirupiahkan, jumlah ini setara dengan Rp, 425.000.000,- (dengan asumsi US$1 = Rp 8.500). Percaya atau tidak, uang itu adalah gaji CPNS golongan 3A di Indonesia selama 265,625 bulan. Cukup gila bukan. Maklum, saya adalah salah satu CPNS itu. But it's OK. I'm happy..... hihihihi ...

2. Pengguna tablet termasuk "cerdas"

Dalam infografik ini, monetate menunjukkan kepada kita betapa getolnya para pengguna tablet itu dalam mencari tahu sekaligus memeriksa sesuatu yang hendak mereka beli. Setidaknya 56% diantaranya menggunakan iPad atau sejenisnya untuk mengecek harga produk-produk tertentu sebulan sekali. What's cool? 54% diantara pengguna gadget berlabel "post-PC device" tersebut ternyata meluangkan waktunya setidaknya sebulan sekali untuk membaca review suatu produk sebelum melakukan pembelian. Dengan fakta ini, minimal kita harus sadar bahwa keberadaan review-review yang ada di situs seperti Amazon atau Yelp merupakan sesuatu yang esensial sekaligus potensial.

3. Conversion Rates

Saya takut diantara Anda masih ada yang belum tahu tentang istilah satu ini. Jadi saya akan beri tahu dulu deh.Conversion rate adalah angka atau persentase terjadinya transaksi dibanding banyaknya statistik pengunjung. Ambil contoh seperti ini, toko online Anda mendapat kunjungan sebanyak 1000 hits per bulan. Dari 1000 hits itu, terjadi 5 transaksi jual-beli di situs Anda. Dengan demikian, mengacu ke definisi di atas, ini berarti cnversion rates toko online Anda adalah sekitar 0,5%. Begini cara menghitungnya => (5/1000)*100. 

Anda mungkin jadi bertanya-tanya, "lha kok dikit sekali?!" Jangan kaget dulu, toko online beda dengan toko beneran. Di toko online, semua yang datang juga bebas untuk pergi. Tidak ada tekanan sedikit pun. Kalau mereka suka mereka akan lihat-lihat dan tawar dulu. Tapi kalau tidak ya tinggal tutup saja jendela atau tab browsernya. Sederhana bukan? Tidak ada tekanan psikologis sama sekali. 

Tapi tetap ada kabar baik yang layak dibaca. Para pengguna tablet ternyata mampu menghasilkan conversion rates yang lebih besar ketimbang para pengguna desktop PC. Dalam kasus ini, conversion rates pengguna tablet adalah 2% lebih banyak ketimbang para pengguna pC. Jadi, walau traffic dari pengguna tablet PC tidak sebanyak pengguna desktop namun transaksi yang terjadi dari pengunjung yang lebih sedikit tersebut bisa lebih banyak dari segi persentasenya. Ini adalah potensi besar! 

Stop press, harap diketahui, pengguna tablet PC tampaknya lebih makmur atau lebih kaya ketimbang pengguna PC. Suka atau tidak suka, inilah faktanya. Untuk tahap awal perkembangan tablet PC, orang-orang berduit tampaknya selalu di depan saudara-saudaranya yang "kismin". 

4. Tips untuk para pemilik toko online

Bila Anda saat ini sudah memiliki toko online, monetate menitipkan 5 pesan bagus untuk Anda; (1) Berikan tawaran spesial kepada para pengunjung toko online Anda yang menggunakan tablet PC, (2) optimalisasi toko Anda dengan memberikan dukungan penuh untuk iPad (penggunaan font yang lebih besar dan tanpa Flash), (3) pastikan proses check-out isa dilakukan dengan penggunaan sentuhan tangan alih-alih mouse, (4) tawarkan kepada para pengguna tablet PC ini produk-produk yang "dekat" dengan gadget kesayangan mereka seperti games, ebook, dan sejenisnya, (5) berhubung tablet PC adalah sesuatu yang baru, jadi tidak ada salahnya bila Anda terus berani untuk mencoba hal-hal baru, baik itu dalam strategi penjualan, marketing, maupun desain situs. 

Well done, itulah sekelumit kisah dari infografik buatan monetate ini. Dari sebuah gambar bisa diambil begitu banyak ilmu. Subhanallah, bagi yang punya toko online atau ingin berencana membuat satu, saya kira Anda sudah harus "stay tune" dengan trend tablet pc seperti ini.
 Demikianlah penjelasan tentang penggunaan tablet untuk bisnis online, semoga bermanfaat.
Sumber : pengusahamuslim.com


Share:

Pahala Untuk Orang Yang Dihina dan Dicaci


Mencaci adalah suatu perbutan tercela yang tidak di sukai oleh allah swt,karena mencaci ini sama saja dengan menyakiti orang lain ,baik itu dengan ucapan atau mengeluarka kata-kata yang mengandung  makian dan hinaan kepada orang lain . Sedangkan alloh tidak menyukai umatnya yang saling menyakiti antar sesama muslim . edangkan alloh tidak menyukai umatnya yang saling menyakiti antar sesame muslim . Dan allah pun berfirman di dalam QS.Al-hujurat ayat 11 tentang larangan mencaci antar sesama..
Bunyi surat Al – Hujurat ayat 11

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Rosullullah SAW pernah bersabda “Mencaci orang Islam (Muslim) adalah perbuatan fasiq dan membunuhnya adalah perbuatan kufur.” (HR. Bukhari, Muslim)
Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki atau perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al. Ahzab : 58 yang berbunyi :

Yang artinya :
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
Orang yang suka mencaci seorang muslim, semua amal kebaikan yang dilakukannya akan sia-sia. Seperti disebutkan dalam sebuah hadis, “Rasulullah SAW ditanya, “Wahai Rasulullah, jika ada seorang wanita yang melakukan shalat malam, siang harinya ia berpuasa, tetapi ia menyakiti tetangganya dengan lisannya?” Rasulullah SAW menjawab, “Tiada kebaikan sedikitpun dalam amal perbuatannya, dan ia kelak akan masuk neraka.” (HR. Al Hakim, Ibnu Hibban dan Ahmad).
Bila engkau dicela, dihina, dan direndahkan oleh orang lain.. Maka jangan terlalu bersedih. Sesungguhnya pencelamu sedang berbuat baik kepadamu dari dua sisi :

- Pertama : Ia sedang menghadiahkan kebaikannya kepadamu

- Kedua : Dengan sebab celaannya Allah menghapus dosa-dosamu

Seorang salaf berkata : Kalau aku boleh berghibah maka kedua orangtuakulah yg paling berhak untuk aku ghibahi, karena mereka berdualah yg paling berhak untuk kuserahkan kebaikanku..

Salah seorang salaf juga berkata :

KALAU SAMPAI kepadamu PERKATAAN dari SAUDARAMU (berupa CELAAN –pent) yang MENYAKITIMU, maka JANGANLAH engkau RISAU..

SEANDAINYA PERKATAAN SAUDARAMU itu BENAR, maka ITU adalah HUKUMAN BAGIMU yang DISEGERAKAN (daripada mendapatkan hukuman di akhirat –pent).

SEANDAINYA PERKATAAN SAUDARAMU itu TIDAK BENAR, maka ITU menjadi PAHALA KEBAIKAN untukmu TANPA engkau HARUS BERBUAT BAIK"

Karenanya.. Kaum syiah yg selalu mencela para sahabat sesungguhnya menguntungkan para sahabat, Allah menghendaki kebaikan terus mengalir kpd para sahabat meskipun mereka dalam liang lahad..

Demikian juga halnya dengan Ibnu Taimiyyah, Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, Syaik Al Bani, maupun Ulama' lainnya yang senantiasa dicela dan dituduh dengan tuduhan dusta hingga saat ini, semoga pahala terus mengalir kepada mereka.. Aamiin..

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

'Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.' (HR.Muslim No.4678)
Agama islam tidak mengajarkan untuk mencaci . Namun pada kenyataanya hal tersebut sering di lakukan . Banyak  yang tidak menyadari kata-katanya merupakan cacian ,namun mereka menganggap itu hanya lelucon . Contohnya mengatakan kata-kata yang tidak enak dengan hasil karya seseorang , menirukan gaya teman kita yang mempunyai kelainan  baik itu cacat fisik ataupun yang lainnya.

Demikianlah penjelasan tentang pahala yang akan didapatkan untuk mereka yang dihina dan dicaci. Semoga dengan penjelasan di atas dapat memberikan sebuah petuah atau sebagai nasehat untuk kita semua untuk tidak mencela atau mencaci saudara – saudara kita. 
sumber : khansa.heck.in
Share:

Saturday, April 11, 2015

Pentingnya Kartu Nama Untuk Berbisnis


Bagi seorang pengusaha, kartu nama merupakan salah satu ujung tombak dari networking dan merupakan identitas dalam berbisnis. Orang lain dapat menilai betapa seriusnya bisnis dan pembawaan anda dimulai dari kartu nama.
Desain kartu nama tidak perlu ribet dan mencolok, cukup simple dengan memuat logo perusahaan dan dilengkapi dengan informasi seperti nomor handphone, alamat e-mail, alamat kantor, dan deskripsi singkat usaha anda sudah cukup.
Berikut beberapa cara memberikan kartu nama ke orang lain yang dapat diikuti:
·         Berikan kartu nama dengan kedua tangan, begitu pula sebaliknya apabila menerima kartu nama dari orang lain. Memberikan kartu nama dengan kedua tangan sangat penting dalam membangun first impression usaha kita.
·         Cara memberikan kartu nama berikutnya adalah sebutkan informasi penting yang perlu disampaikan seperti, “kantor saya di …. ”
·         Perhatikan dan bacalah kartu nama tadi sejenak, kemudian berikan komentar singkat mengenai informasi yang terdapat pada kartu nama. Salah satu contoh, apabila kita menerima kartu nama dari petinggi bank ternama cobalah untuk mengomentarinya dengan bertanya di bagian apa? Atau sudah lama belum, dan sebagainya.
·         Apabila kartu nama diterima pada saat meeting, letakkanlah diatas meja untuk membantu mengingat nama pemilik kartu nama tersebut dan cobalah untuk menyapanya dalam meeting.
·         Simpanlah kartu nama di dalam dompet atau tempat khusus (biasanya kotak) sehingga kartu nama dalam keadaan yang baik dan tidak kusut.
·         Jangan menolak apabila orang yang sama meminta kartu nama beberapa kali kepada anda. salah satu kesalahan fatal yang sering terjadi adalah ketika meminta kartu nama, beberapa orang menolak dengan alasan “loh, kemarin kan sudah saya kasih”. Cobalah untuk memberikan lebih ikhlas, itu berarti tandanya orang tersebut sangat potensial terhadap bisnis anda.
Tentang Kartu Nama

Kartu Nama atau Business Cards adalah sebuah kartu/benda yang berisi informasi tentang data pribadi dan atau data perusahaan. Dahulu kala, kartu nama ini lazimnya berbentuk seperti kartu yang biasa digunakan dalam permainan, yakni sebuah kotak segi empat yang dibuat dengan bahan dasar kertas. Tapi, seiring perkembangan dunia percetakan dan pengolahan grafis berbasis komputer, bentuk dan wujud kartu nama pun sudah tidak seperti dulu lagi. Saat ini, kartu nama sudah tampil dalam wujud yang beragam dan kadang-kadang, bisa dibilang, aneh.

Meskipun begitu, terlepas dari macam-macam bentuk ini, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam proses perancangan dan pembuatan kartu nama supaya Anda tidak kebablasan dalam bereksperimen. Oke, bila sudah siap, tarik terus cursor mouse Anda ke bawah:

1. Sesuaikan dengan identitas perusahaan/bisnis

Mungkin setiap perusahaan atau bisnis memiliki tujuan yang hampir sama, yakni mencari keuntungan. Tapi untuk soal identitas bisnis dan cara mencari untung, umumnya perusahaan-perusahaan tersebut memiliki cara masing-masing. Nah di sinilah wujud dan tampilan kartu nama bisa terpengaruh. Jika Anda memiliki perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan minuman dingin, Anda mungkin tertarik untuk menggunakan visualisasi kemasan minuman produksi Anda ditambah efek cipratan air (splash) atau deburan ombak di laut lepas (brrrrrr, Anda sudah membayangkan kesegaran minuman tersebut bukan?). 

Unik tidak? Alih2 kotak persegi empat, sang desainer kartu nama ini justru membuat sebuah bentuk dua dimensi yang menyerupai sisir. Kalau sudah begini, siapapun yang memegang kartu nama ini pastilah di kepalanya akan tertanam imaji atau pencitraan yang kuat terhadap hair stylist atau si tukang cukur yang namanya tercantum di kartu itu.

Ah, kalau ingat tukang cukur langganan saya yang ada di Jogja, seperti KOMPAK misalnya, saya ingin sekali menunjukkan kartu nama seperti ini kepada pemiliknya. Para pelanggan mereka yang rata-rata mahasiswa pasti bakal terbahak-bahak senang melihat tampilan kartu nama ngejreng seperti di atas. Hmmm, setelah melihat kartu nama ini, tingkat kecintaan pelanggan seharusnya bisa meningkat kalau begitu. Insyaallah. Siapa tahu? Iya nggak?

2. Gunakan bahan yang bagus

Sebagus atau secantik apapun bentuk dan tampilan kartu nama Anda, semuanya bisa saja jadi akan tidak berguna kalau bahan yang Anda gunakan adalah bahan yang tidak bagus. Misalnya begini, ambil contoh kartu nama dengan bentuk menyerupai sisir di atas. Bagaimana kesan Anda setelah mengetahui kalau bahan yang digunakan untuk membuatnya hanyalah kertas karton biasa yang mudah robek, tipis dan tidak keras? Betul Anda akan menyenangi desainnya, tapi apakah hal yang sama akan terjadi setelahnya? Hmmm, belum tentu rasanya. Penggunaan bahan yang tidak tepat dan di bawah standar biasanya justru akan menyakiti hati si penerima kartu. Ingatlah wahai pembaca, ruangan di dompet mereka sangat terbatas, mungkin mereka tidak akan meletakkan kartu nama Anda di dalamnya bila itu memang tidak terlalu bernilai dalam anggapan mereka. Setuju?

3. Cantumkan data penting secara jelas

Tujuan pembuatan kartu nama tentunya adalah agar Anda atau perusahaan Anda mudah dijangkau, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, apapun corak desain dan ide revolusioner Anda, jangan sampai lupa poin-poin di bawah ini:
1.      Nama perusahaan/bisnis Anda.
2.      Nama dan posisi Anda dalam perusahaan.
3.      Gelar Anda. (Dr., dr., Ir., S. Kom., MM., MBA., atau sejenisnya)
4.      Nomor Telepon (mobile phone dan atau telepon kabel)
5.      Nomor Fax.
6.      Alamat surat (lengkapi dengan kode pos).
7.      Alamat e-mail.
8.      Alamat website.
9.      Slogan Peruasahaan Anda.
10.  Sertifikat atau penghargaan yang pernah Anda raih misalnya “Adobe Certified Expert, Microsoft Certified Programmer, Java Certified, Master Chef RCTI tahun 2011 dan sejenisnya)
 Nah, itu tadi penjelasan tentang pentingnya kartu nama bagi pengusaha. Sudahkah Anda mempunyai kartu nama untuk menjalankan bisnis? Semoga dengan penjelasan di atas dapat bermanfaat bagi pembaca.

Sumber : pengusahamuslim.com 
Share:

Friday, April 10, 2015

Hidup Mewah dengan Riba


Manusia merupakan makhluk yang dilengkapi dengan hawa napsu yang selalu bergejolak dan selalu merasa kekurangan sesuai dengan watak dan karakteristiknya yang tidak pernah merasa puas, sehingga transaksi – transaki yang halalpun susah didapatkan karena disebabkan keuntungannya yang sangat minim, maka harampun jadi (riba). Riba merupakan suatu tambahan lebih dari modal asal, biasanya transaksi sering dijumpai dalam transaksi hutang piutang dimana kreditor meminta tambahan dari moda; asal kepada debitor. Dalam ilmu fiqih yang dimaksud dengan riba adalah tambahan khusus yang dimilki salah satu pihak yang terlibat tanpa adanya imbalan tertentu. Dalam al qur’an sudah jelas bahwa adanya riba sangat dilarang dan termasuk dalam dosa besar. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, riba telah dikenal pada saat turunnya ayat – ayat yang menyatakan larangan terhadap transaksi yang mengandung riba sesuai dengan masa danm periode turunnya ayat tersebut sampai ada ayat yang melarang dengan tegas tentang riba. Bahkan istilah dan persepsi tentang riba begitu mengental dan melekat di dunia islam.

Banyak jalan yang ditempuh untuk menjadi kaya. Meskipun dengan cara yang haram. Tak apalah mencari pinjaman atau utang riba, yang penting bisa tentram dan hidup mewah. Itulah prinsip sebagian muslim di zaman modern seperti ini.
Hidup dengan yang Halal Lebih Tentram
Suatu yang haram asalnya tidak menentramkan jiwa. Dosa selalu menggelisahkan. Sama halnya dengan utang riba. Awalnya meminjam dalam keadaan butuh, namun selanjutnya gelisah yang diperoleh karena dikejar-kejar debitur atau pemilik utang untuk melunasi utang. Karena hakekat riba adalah setiap utang piutang yang ada keuntungan atau manfaat di dalamnya.
Dari Nawas bin Sam’an, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
Kebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa) adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa. Ketika kejelekan tersebut dilakukan, tentu engkau tidak suka hal itu nampak di tengah-tengah manusia.” (HR. Muslim no. 2553)
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Dosa selalu menggelisahkan dan tidak menenangkan bagi jiwa. Di hati pun akan tampak tidak tenang dan selalu khawatir akan dosa.”
Karena ingat meminjam uang dengan cara riba juga terkena laknat. Jika demikian, nasabah yang meminjam uang dengan cara riba pun terkena dosa.
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598).
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits ada penegasan haramnya menjadi pencatat transaksi riba dan menjadi saksi transaksi tersebut. Juga ada faedah haramnya tolong-menolong dalam kebatilan.” (Syarh Shahih Muslim, 11: 23)
Milikilah Sifat Qona’ah
Tidak merasa cukup, alias tidak memiliki sifat qona’ah, itulah yang membuat orang ingin hidup mewah-mewahan. Padahal penghasilannya biasa, namun karena ingin seperti orang kaya yang memiliki smart phone mahal, mobil mewah dan rumah layak istana, akhirnya jalan kreditlah yang ditempuh. Dan kebanyakan kredit yang ada tidak jauh-jauh dari riba, bahkan termasuk pula yang memakai istilah syar’i sekali pun seperti murabahah. Menggunakan handphone biasa asalkan bisa berkomunikasi, atau menggunakan motor yang memang lebih pas untuk keadaan jalan di negeri kita yang tidak terlalu lebar, atau hidup di rumah kontrakan, sebenarnya terasa lebih aman dan selamat dari riba untuk saat ini. Cobalah kita belajar untuk memiliki sifat qona’ah, selalu merasa cukup dengan rizki yang Allah anugerahkan, maka tentu kita tidak selalu melihat indahnya rumput di rumah tetangga karena taman di rumah kita pun masih terasa sejuk.
Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051). Kata para ulama, “Kaya hati adalah merasa cukup pada segala yang engkau butuh. Jika lebih dari itu dan terus engkau cari, maka itu berarti bukanlah ghina (kaya hati), namun malah fakir (hati yang miskin)” (Lihat Fathul Bari, 11: 272).
Jika seorang muslim memperhatikan orang di bawahnya dalam hal dunia, itu pun akan membuat ia semakin bersyukur atas rizki Allah dan akan selalu merasa cukup. Berbeda halnya jika yang ia perhatikan selalu orang yang lebih dari dirinya dalam masalah harta. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ
Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Muslim no. 2963).
اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Ya Allah, anugerahkanlah padaku yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu. (HR. Tirmidzi no. 3563, hasan)
Demikianlah pemaparan tentang hidup mewah dengan riba, semoga dengan penjabaran diatas dapat memberikan manfaat kepada kita semua untuk lebih memahami lagi tentang hukum riba dalam agama islam .

Sumber : rumayso.com 
Share:

Thursday, April 9, 2015

Keutamaan Dari Sholat Subuh


Salah satu shalat yang paling berat dilaksanakan secara berjama’ah adalah shalat subuh. Kita lihat di masjid-masjid, ketika iqamat subuh dikumandangkan, jama’ah yang ada kebanyakan hanya satu shof saja. Bahkan, kebanyakan lagi, satu shof saja tidak full, dari tembok kiri hingga tembok kanan. Bahkan tak jarang shalat subuh di masjid hanya dihadiri oleh beberapa orang yang tidak lebih dari jari satu tangan.

Berikut ini adalah beberapa keutamaan shalat subuh yang dijelaskan di dalam al-Qur’an maupun hadis. Barangkali, ini belum seluruh keutamaan tergambarkan. Meski demikian, dengan mengetahui kutamaan-keutamaan yang ada di dalam shalat subuh ini semoga kita terpacu untuk ikut melakukan shalat subuh secara berjama’ah. Bahkan kalau seandainya harus merangkak pun, semoga kita tetap mau melaksanakannya… Amin;
1. Jaminan Masuk Surga dan Selamat dari Neraka
Disebutkan di dalam sebuah hadits bahwa siapa saja yang menjaga shalat Shubuh dan Ashar maka akan dimasukkan ke dalam Surga dan dijauhkan dari api neraka. Rasulullah saw bersabda,
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ وَفِي رِوَايَةِ مُسْلِمٍ قَالَ) لَا يَلِجُ النَّارَ مَنْ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا
“Barang siapa yang shalat di dua waktu yang sejuk maka dia akan masuk surga.” (al-Bukhari dan Muslim). Dan dalam riwayat Muslim beliau bersabda, “Tidak akan dijilat api neraka seseorang yang shalat sebelum Matahari terbit dan sebelum tenggelam.”
Yang dimaksudkan dengan dua waktu yang sejuk adalah waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Bahkan Imam Muslim meletakkan hadis tersebut di dalam bab tentang Keutamaan Shalat Subuh dan Asar.

2. Disaksikan Malaikat
Allah swt berfirman, “Dirikanlah shalat dari sesudah Matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (al-Isra’:78)
Shalat Shubuh, disebut Qur’anul Fajr karena bacaan al-Qur’an pada shalat ini lebih panjang daripada shalat-shalat yang lain. Terkait dengan ini, Nabi saw menjelaskan dalam sebuah haditsnya,
يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ
“Malaikat saling bergantian dalam mengawasi kalian semua pada waktu malam, dan juga malaikat pengawas di waktu siang, mereka berkumpul pada waktu shalat Shubuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang berjaga malam hari naik, lalu Allah bertanya kepada mereka tentang hamba-hamba-Nya sedangkan Allah lebih tahu keadaan mereka, “Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? Maka para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan ketika kami datang mereka pun juga sedang dalam keadaan shalat.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

3- Allah Bersumpah dengan Waktu Fajar
Allah swt bersumpah dengan menggunakan waktu itu, Dia berfirman, “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (al-Fajr:1-2)
Sesuatu digunakan untuk bersumpah karena memiliki nilai penting. Orang bersumpah dengan nama Allah untuk menyumpahi sesuatu. Allah digunakan untuk bersumpah oleh manusia karena Allah adalah dzat yang peling penting bagi hidupnya. Demikian juga, ketika Allah bersumpah dengan menggunakan sebuah makhlukNya, ini menunjukkan makhluk tersebut memiliki nilai penting yang besar.

4- Mendapatkan kebaikan yang lebih besar dari kebaikan dunia
Jika sempat melaksanakan dua rekaat qabliyah Shubuh, maka akan mendapatkan kebaikan yang lebih besar dari pada kebaikan dunia dan seisinya, sebagaimana sabda Rasululah saw.
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua raka’at Fajar (sebelum Shubuh) lebih baik daripada dunia seisinya.” (HR Muslim)
Jika kebaikan dunia dengan segala isinya tidak dapat menyamai dua rakaat sebelum Shubuh maka bagaimana lagi keutamaan shalat Shubuh itu sendiri.
MASIH merasa sulit bangun shalat Subuh? Atau masih merasa seolah mengangkat beban bearat kala adzan Subuh berkumandang?
Sesungguhnya bangun sebelum Subuh itu sungguh banyak manfaatnya. Mulai dari menyiapkan diri shalat sampai kita jauh lebih bisa menata diri lebih baik di setiap awal paginya. Keren kan?
Shalat sunnah dua rakaat sebelum Subuh saja nilai pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya. Apalagi, shalat Shubuhnya, berjama’ah pula. Subhanallah, insya Allah pahalanya luar biasa dahsyatnya.
Aisyah Radhiyallahu Anha meriwayatkan dari Nabi, Beliau bersabda, “Dua rakaat (sebelum) fajar (shalat Subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Logikanya apa, orang kaya sedunia pun, kalau tidak mendirikan shalat sunnah ini, nilainya tidak ada apa-apanya di sisi Allah. Jadi, rugi sekali.
Nah, oleh karena itu latih diri kita mulai sekarang untuk bisa bangun lebih awal, sehingga bisa shalat sunnah Fajar sekaligus Shalat Subuh berjama’ah.
Pahala Shalat Shubuh
Mungkin sudah banyak yang tahu atau setidaknya pernah mendengerkan ceramah soal pahala dari shalat Subuh. Tapi lepas dari itu semua, mari kita perhatikan saja lagi keutamaan dari shalat Shubuh dari sisi pahalanya.
“Barangsiapa yang shalat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim).
Kemudian, dalam sabda lainnya disebutkan, “Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim).
Manfaat Instan
Kalau dari tadi keutamaanya lebih pada ‘tabungan’ akhirat kita. Sekarang ayo kita lihat manfaat instan dari bangun lebih dini, yang jika dibiasakan, insya Allah akan mendatangkan keajaiban dalam diri kita sendiri.
Pertama, bisa meluangkan waktu untuk membuat planning (rencana)
Pernah nggak kita berangkat sekolah atau kuliah dengan hati yang kurang mood? Hampir pasti itu karena kita lambat bangun. Macem-macem sih sebabnya, bisa karena tidur terlalu larut, atau ada PR yang belum dikerjakan hehe.
Kedua, antusias yang tinggi
Kalau kita sudah bisa nyusun rencana,  pasti  kita akan sangat antusias dalam menjalankan tugas utama kita, entah sebagai pelajar, karyawan, pengusaha, dan lain sebagainya.
Ketiga, masih ada waktu untuk olahraga ringan
Kalau jarak kita dengan sekolah atau tempat tidak terlalu jauh, maka bangun lebih dini masih memungkinkan kita olahraga ringan. Seperti jalan-jalan, atau pun lari-lari kecil. Apalagi, kalau yang rumahnya agak jauh dari masjid, sudah pasti ibadahnya disertai olahraga, asalkan mau jalan kaki, hehe.
Keempat, selamat dari ketergesa-gesaan
Jika tiga hal di atas saja bisa kita lakukan, maka alasan apalagi yang bisa membuatmu melakukan sesuatu dengan terburu-buru? Tidak ada lagi bukan! Jadi, bangun lebih dini membuat ritme hidupmu teratur dan efektif.
Kelima, masih bisa membaca Al-Qur’an
Mengapa banyak orang yang belum bisa konsisten membaca Al-Qur’an? Satu di antara jawaban yang ada, mungkin shalat Subuhnya ketinggalan, sehingga semua serba buru-buru.
Lha, kalau sudah buru-buru, jangankan baca Al-Qur’an, peralatan yang diperlukan dan mestinya dibawa saja bisa ketinggalan.
Tetapi, dengan kita shalat Subuh, kita masih punya waktu untuk membaca atau bahkan menghafal Al-Qur’an. Wah, keren kan!
Nah, itulah sebagian dari manfaat langsung kita bangun lebih dini. Jadi, jangan sampai nggakshalat Shubuh, hanya karena tidak mau bangun lebih dini.
Semoga kita tidak terbuai dengan bisikan setan, shg tidak mau dan sangat malas untuk sholat subuh berjamaah dengan alasan paginya harus bangun dan tidur sudah malam.Tapi itulah tipu daya setan laknatullah (yang dilaknat Allah)

Sumber : hidayatullah.com 
Share:

Peluang Usaha Kantin di Kawasan Perkantoran


Meski tidak ada yang istimewa dengan bisnis mengelola kantin, namun bisnis di bidang ini selalu jadi pilihan banyak pebisnis dari waktu ke waktu. Apalagi jika kantin dibuka di tempat-tempat yang telah memiliki pangsa pasar jelas seperti gedung perkantoran dan perkuliahan. Meskipun untuk mendapatkan tempat penjualan yang diinginkan tersebut tak jarang pemilik gedung melakukan proses tender dalam memilih mitra pebisnis.
Jika melihat sifat bisnis ini tak heran jika usaha pengelolaan kantin di gedung perkantoran terus menjadi tren. Pasalnya bisnis ini tergolong bisnis yang tidak ‘ribet’ untuk dijalankan. Seperti dituturkan oleh perencana keuangan Eko Endarto, bisnis pengelolaan kantin di gedung perkantoran dan pusat keramaian lainnya tergolong bisnis yang simpel dan berpotensi untung besar. Meskipun dari sisi modal akan lebih tinggi ketimbang membuka kantin sendiri di suatu tempat, namun dengan pasar yang lebih spesifik dan jelas membuat bisnis ini tergolong bisnis yang mudah untuk dijalankan.
Biasanya pemilik gedung memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam hal persyaratan tender. Namun secara umum menurut Eko, pemilik gedung akan menilai bagaimana kemampuan calon mitra dalam mengelola kantin. Ada batas waktu tertentu yang dilihat sebagai patokan. Jadi jangan sampai misalnya, calon mitra nantinya tidak bisa beroperasi secara konsisten pada stan atau ruang yang telah disewa.
Fasilitas yang disediakan pemilik gedung bagi pebisnis pengelola kantin juga beragam. Mulai dari yang hanya menyediakan tempat, hingga tawaran kepada calon mitra yang tinggal memikirkan bagaimana pasokan produk makanan dan minuman bisa tersedia.
Dengan fasilitas yang kemungkinan berbeda antara pemilik gedung, tentunya biaya yang harus dikeluarkan pebisnis untuk pemiliki gedung juga berbeda. Bahkan sistem yang diterapkan antara satu gedung dengan gedung lain menurut Eko juga bisa berbeda. Ada yang memberlakukan sewa tempat, bagi hasil, atau gabungan antara sewa tempat dan bagi hasil.
Agar mendapatkan tempat berjualan yang diinginkan, tentunya pebisnis harus mempersiapkan rencana bisnis dengan baik sehingga meyakinkan pemilik gedung. Kemampuan dalam mengelola bisnis agar konsisten dapat melayani pelanggan misalnya. Tentunya pemiliki gedung tidak menginginkan kantin tidak bisa beroperasi dan melayani para penghuni gedung.
Sehubungan dengan hal itu, pada perencanaan modal pengelolaan kantin di gedung yang harus diperhatikan pebisnis menurut Eko adalah kemampuan untuk mencukupi dana operasional harian, satu hingga dua hari. Alasannya makanan hanya bisa disajikan dalam jangka waktu tersebut.
Begitu bisnis berjalan, pebisnis tinggal mengikuti arus. Hanya saja meskipun bisnis di bidang ini menjanjikan untung yang besar, pebisnis harus tetap hati-hati terhadap risiko usaha sehingga tidak sesuai harapan. Beberapa hal bisa dijalankan untuk meminimalisir risiko kerugian. Pertama, karena berhubungan dengan rasa, pebisnis berupaya menyajikan produk (makanan dan minuman) yang disukai oleh konsumen. Disamping itu pebisnis juga harus disiplin dalam menjalankan usaha. Disiplin dalam arti menjaga kemampuan untuk menyediakan produk secara konsisten. “Jangan sampai misalnya pebisnis bisa mensupply hari ini untuk 20 orang, sedangkan besok cuma 10 orang,” ujar Eko. Cara ini menurutnya juga membantu pebisnis agar perputaran uang tetap terjaga
sumber : pengusahamuslim,com
Share: