Wednesday, March 16, 2016

APAKAH ANDA TERMASUK ANGGOTA KTG (Komunitas Tarik Gorden)?

Info Mekkah News - "Ash-shalaatu khairum minan-nauum....
Ash-shalaatu khairum minan-nauum...."
... Sholat itu lebih baik daripada tidur
... Sholat itu lebih baik daripada tidur


Lafadz Adzan yang hanya ada di waktu subuh itu mendayu-dayu setiap pagi, menyampaikan pesan dari Allah yang mengajak umatnya untuk bangun dari tidurnya, lalu mendekat pada penciptaNya.. Seolah-olah Allah berkata pada kita "kemarilah wahai hamba-hamba ciptaanKu, bangunlah.. Sujudlah.. Aku akan membagikan keberkahan yang luar biasa untukmu"
Dalam banyak riwayat, Kanjeng Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam mengajarkan keutamaan sholat melalui Quran dan Hadist, antara lain:
1. Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah RA sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah, kemudian mengatakan kepadanya :
“Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”
2. "Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (Hadist Riwayat Muslim)
3. "Shalat terberat bagi orang-orang MUNAFIK adalah shalat Isya’ dan Shubuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.” (Hadist Riwayat Ahmad)
4. "Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.”
(Hadist Riwayat Muslim)
5. “Barangsiapa melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah, maka ia berada dalam perlindungan Alloh.”
(Hadist Riwayat Ibnu Majah).
6. “Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
(Hadiat Riwayat Muslim dan Ahmad)
Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda,“Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (Hadist Riwayat Muslim)
7. “Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna.”
(Hadist Riwayat Tirmidzi)
Ketika dulu saya menjadi member Komunitas Tarik Gorden, sholat subuh adalah yang bikin deg-degkan.. Beraaaattt sekali! Buka gorden.. "Lho kok sudah terang-benderang?"
Lalu wudhu dengan terburu-buru, memakai sarung ala kadarnya, gelar sajadah yang terlipat di ujungnya.. Dan tentu, gorden saya tarik agar suasananya kembali gelap gulita, saya maluuu kalau:
1. Matahari mengolok-ngolok lewat sela jendela sambil berkata: "cieee cieee.. Subuhan nih yeee"
2. Ketahuan sama keluarga atau teman lainnya, yang melongok ke dalam kamar, lalu mereka akan menyindir dengan bahasa yang bikin nyesek: "subuhan jam segini lu? Malaikat dah tutup buku bro! Dah naik lagi dia ke langit.."
Dan memang benar.. Sholat jadi kemrungsung! Kayak pengennya segera sampai finish saja.. Sambil berkata: "oooooiiii malaikat catat dulu ini amalkuuuu... Jangan pergi duluuu!!"
sholat ngebuuuutt asal gugur kewajiban, urusan khusuk dan sahnya belakangan..
Dan saya tidak sadar, di jidat saya ternyata sudah dikasih label MUNAFIK oleh Nabi langsung..
Usai sholat badan lesu, mood jeleknya kebawa sampai seharian, dan datanglah masalah-masalah, kesulitan yang datang tidak terduga. Seolah-olah hari itu memang rejeki begitu sulitnya terhalang berbagai masalah, dan saya memang tidak pantas mendapatkan keberkahan hari ini di dunia..
Ketika saya pengen keluar dari anggota Komunitas Tarik Gorden, saya pasang alarm lagunya mas Opick, biar sampai 5 menit itu menyala.. Minggu pertama begitu beratnya, ketika datang ke masjid terlambat saya takjub menyaksikan mereka.. 3 shaf manusia yang sedang sujud takhluk pada TuhanNya di waktu hari masih gelap dan dingin menyergap..
Saya iriiiiiii luar biasa, merekalah manusia-manusia yang kaya raya sesungguhnya di dunia, yang kelak di akherat mendapat perlindungan langsung dari Tuhan-Nya, dari api neraka yang menyala-nyala..



Share:

BERDOA BERSAMA MALAIKAT

Info Mekkah News - Kisah ini yang diceritakan oleh Ustadz Riyadz, 
"Tahun 2010 lalu saya ini masih Ustadz baru, masih muda, tapi sering dicurhati oleh banyak orang tentang masalah mereka. Mau tidak mau saya harus memberikan saran jalan keluar, pegangan saya hanya dua: Quran dan Hadist, dan saya yakini itulah kunci semua masalah..
Hari itu seorang ibu datang kepada saya, bercerita kalau dia bekerja di Toko Sepatu di lokasi pasar di Semarang yang terbakar. Sebagian sepatu sudah hangus, sebagian lagi yang tersisa. Pemilik toko memanggilnya, dan mengatakan dia akan memindah tokonya keluar kota, karena kondisi pasar yang terbakar sebagian tentu sangat sulit untuk tempat jualan.
Ibu itu meminta kepada pemilik toko, agar tidak pindah keluar kota, dia sudah bekerja bertahun-tahun menjaga toko itu, kalo dia harus berhenti bekerja bagaimana susahnya mencari kerja baru. Toko sepatu itu sudah seperti menjadi rumah keduanya, sudah betah bekerja disana..
Pemilik toko mensyaratkan, jika memang tokonya mau tetap disana, dia minta ibu itu bisa menjual sisa sepatu yang ada.. Jika tidak laku, terpaksa dia pindah keluar kota.."


Ustadz Riyadh melanjutkan:
"Saya waktu itu inget sebuah hadist Nabi, Usai sholat bacalah Al Quran, lalu berdoalah.. Orang yang membaca Al Quran lalu berdoa maka doanya akan di-aammiiin-kan oleh 40.000 malaikat. Saya minta amalan itu dilakukan oleh ibu itu..
Sebulan kemudian ada SMS masuk, dari ibu itu izin untuk menelephon..
Saya jawab: nanti dulu.. Jangan sekarang..
Besoknya dia SMS lagi, mau menelephon, saya jawab.. Nanti dulu, sedang sibuk..
Padahal saya sedang tidak sibuk, tapi saya justru takut kalo anjuran saya itu gak mempan, saya dikomplain oleh oleh ibu itu.. Saya menyiapkan hati saya, baru ketika saya tenang, saya ijinkan ibu itu menelephon.."
Lalu? Gimana tadz? Marah? Ngamuk?
"Diluar dugaan, ternyata ibu itu membawa berita gembira, semua sepatu yang dia jual ludesss.. Sampai harus mendatangkan stock lagi, pemilik toko semangat lagi, dan toko tidak jadi dipindah ke luar kota, ibu itu dipercaya lagi oleh pemiliknya untuk mengelola lagi toko sepatu itu..."
"Ibu menjalankan saran saya? Untuk berdoa selalu usai membaca Quran?" Tanya Ustadz Riyadh
"Iya Ustadz, saya tau doa saya bisa tidak dikabulkan oleh Allah karena tertutup oleh dosa-dosa saya selama ini, tapi di belakang saya ada 40.000 malaikat yang meng-aaammiin-kan, malaikat-malaikat itu tidak punya dosa di depan Allah, masak Allah tidak mengabulkan.."
Jlebb!
"Ternyata saya yang belajar pada ibu itu, janji Allah dan Rasulnya itu terbukti. Keyakinan kuat yang dimiliki ibu itu membuka pintu kemudahan untuknya.. Kalau doanya tertolak, dia punya 40.000 malaikat di belakangnya yang ikut meng-aaammiiin-kan doa-doanya..
Dengan cara sholat..
Bacalah Quran.. lalu berdoalah.. "
Kawanku...
Inilah kita, manusia penuh dosa yang selalu khilaf dimana-mana..
Doa kita panjatkan, belum tentu langsung Allah kabulkan..
Doa terus-menerus, namun kadang galau seolah Allah tak mau mengurus..
Ilmu lagi..
Bacalah Al Quran, undang para malaikat datang, kumpulkan mereka di belakang kita..
Lalu berdoalah..
Diri kita memang berlumuran dosa, hina dan papa..
Namun di belakang kita berderet-deret ribuan makhluk mulia yang siap meng-aaammiiin-kan doa-doa yang kita panjatkan..
Share:

AYAT-AYAT SEDEKAH

Info Mekkah News - Kalau membaca ayat ini, gak harus lulus kuliah pun gampang dicerna..
“Allah memusnahkan RIBA dan menyuburkan SEDEKAH” [QS. Al-Baqarah: 276]
Artinya?
Ya kalo mainan riba bakal dimusnahkan Allah, hartanya di dunia dan akherat.. Mau ngeyeeel apapun nyari pembenaran, ayat Allah tak bisa dilawan.
Sebaliknya..
Kalo rajin sedekah, Allah bakal menambah rejekinya berlipat-lipat. Rejeki dalam bentuk uang langsung sangat mungkin, atau bisa diganti dengan keselamatan, kesehatan, kelapangan urusan, yang harganya tak ternilai...

Pesan Kanjeng Nabi, beberapa manfaat sedekah:
1. Mendatangkan rezeki
2. Menolak bala
3. Memanjangkan umur
4. Membuka kemudahan
Dan masih banyak manfaat lain dari keutamaan sedekah..
Kalo zakat harta harus dihitung.. 2,5% penghasilan potong berikan kepada 8 golongan
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mu’allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” [QS. At Taubah: 60]
Kalo Sedekah gak usah diitung.. Mau 5% boleh, mau 10% boleh, mau 50% boleeeh.. Mau 100% boleeh buanget. Bisa dimulai diberikan kepada orang-orang terdekat, keluarga yang membutuhkan, tetangga yang duafa, yatim piatu yang butuh biaya sekolah, atau siapapun yang butuh bantuan..
Lakukan, dan lihat apa yang akan terjadi!
Emang kalau sedekah boleh ngarep-ngarep balesan?
Wainot!? Wong ngarepnya ke Allah langsung kok, ngarep ridhonya Allah.. Soal balesannya dalam bentuk rezeki atau lainnya itu haknya Allah.
Gak ikhlas dong mas?
Gak usah menilai isi hati orang, belum ada mesin pengukur kadar ikhlas. Biar Allah yang menilai langsung, toh Allah yang nyuruh kok: "Berdoalah PADAKU, niscaya Aku kabulkan untukmu.." [QS Al Mukmin: 60]
Emang kalo gak boleh berdoa ngarep sama Allah kita suruh minta ke siapa?
Kuburan mbah Singodimedjo? (Mbah Lion on The Table)..
Atau minta ke sarkofagus? Punden berundak? Batu akik dibelah tujuh? Fosil pitecantropus lagi ngemut mbanggulo?
Minta ke ALLAH bro... ALLAH!
"Yang kekuasaan-Nya meliputi langit dan bumi, dan tiada berat bagi Allah memelihara keduanya..."

Tiada hari tanpa sedekah..
Bukan hanya Jumat sadja yang berkah.. 
Siap menyampaikan sedekahmu, tak kenal waktu..

Share:

KISAH MENYAYAT HATI SEORANG ISTRI

Info Mekkah News - Ada yang ngeshare kisah ini, saya posting ulang disini agar jadi pelajaran berharga untuk semua... 
Selamat bermuhasabah diri..


Kisah ini untuk segenap muslimah..
Meskipun dengan menulisnya, hatiku semakin teriris-iris. Namun biarlah luka itu mengangah, asalkan kalian tidak menjadi korban berikutnya.
Dulu…
aku pernah merasakan bahagianya pernikahan. Aku mencintai suamiku, dia pun mencintaiku. Meskipun hidup pas-pasan, rumah tangga kami diliputi kedamaian.
Suamiku orang yang pekerja keras. Ia berusaha mendapatkan tambahan penghasilan untuk bisa ditabung seiring Allah mengkaruniakan seorang buah hati kepada kami. Kami pun berusaha hidup Qana'ah, mensyukuri nikmat-nikmat Allah atas kami.

Saat-saat paling membahagiakan bagi kami adalah ketika malam hari. Saat sunyi dini hari, anakku lelap dalam tidurnya, aku dan suami bangun. Kami shalat malam bersama. Suamiku menjadi imam dan aku larut dalam bacaan Qur’annya.
Tak jarang aku menangis di belakangnya. Ia sendiripun juga tak mampu menahan isak dalam tilawahnya.
Entah mengapa. Mungkin karena kami melihat teman-teman yang telah punya mobil baru. Tetangga yang membangun rumah menjadi lebih indah.
Mulai terbersit keinginan kami agar uang kami semakin bertambah. Suamiku tak mungkin bekerja lebih lama karena ia sudah sering lembur untuk menambah penghasilannya.
Tiba-tiba aku tertarik dengan bisnis saham. Sebenarnya aku tahu sistem bisnis ini mengandung riba, tapi entahlah.
Keinginan menjadi lebih kaya membutakan mataku.
“Ambil bisnis ini saja, Mas. Insya Allah kita bisa lebih cepat kaya,” demikian kurang lebih saranku pada suami.
Dan ternyata suamiku juga tidak menolak saran itu. Ia satu pemikiran denganku. Mungkin juga karena tergoda oleh rayuan iklan bisnis saham tersebut syaithan yang membisik.
Akhirnya, kami membeli saham dengan seluruh tabungan yang kami miliki. Suamiku mengajukan kredit untuk modal usaha kami.
Sejumlah barang yang bisa kami jual juga kami jadikan modal, termasuk perhiasan pernikahan kami.
Beberapa pekan kemudian, bisnis kami menunjukkan perkembangan meskipun tidak besar. Kami mengamati saham hingga ibadah-ibadah sunnah yang dulunya membahagiakan kami mulai keteteran. Tilawah tidak sempat. Shalat sunnah hilang diterpa kantuk dan lelah.
Hidup mulai terasa gersang di satu sisi, tetapi kekayaan mulai tergambar di sisi lain. Hingga suatu hari, tiba-tiba harga saham menurun drastis. Kami seperti terhempas dari ketinggian. Kami sempat berharap bisa bangkit, tetapi harga saham kami justru semakin terpuruk. Hutang kami semakin menumpuk. Cash flow keluarga kami berantakan.
Di saat seperti itu, emosi kami seperti tidak terkendali. Ada sedikit saja pemicu, aku jadi marah. Pun dengan suami. Ia jadi sering menyalahkanku karena menyarankan bisnis riba dengan modal riba pula.
Aku pun membela diri dan mengatakan kepadanya, mengapa sebagai suami yang harusnya jadi imam malah mengikuti saran istri jika saran itu keliru. Pertengkaran memuncak. Aku tidak dapat menguasai diri.
“Kalau begitu, ceraikan saja aku,” kataku malam itu.
“Ya, aku ceraikan kamu,” jawab suami dengan nada tinggi. Mendengar teriakan talak itu aku terhentak.
Aku menangis. Anakku juga menangis. Tapi terlambat. Suamiku terlanjur pergi setelah itu.
Kini aku harus membesarkan anakku seorang diri. Sering sambil menangis aku membaca ayat:
ÙŠَÙ…ْØ­َÙ‚ُ اللَّÙ‡ُ الرِّبَا ÙˆَÙŠُرْبِÙŠ الصَّدَÙ‚َاتِ
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (QS. Al Baqarah: 276)
Wahai para muslimah… Qana’ah… Qana’ah…
Jangan menuntut suamimu lebih dari kemampuannya. Tak ada larangan untuk berusaha bersama-sama agar kondisi finansial menjadi lebih baik. Tetapi jangan sekali-kali terperosok dalam bisnis riba.
Bahagia dalam hidup sederhana lebih baik daripada jiwa menderita karena cinta dunia... smoga bermanfaat..
Cukuplah aku yang berkata sambil menangis, “Dulu kami dipersatukan oleh ketaatan kepada Allah, lalu kami dipisahkan oleh kedurhakaan pada-Nya”
Ingatlah Saudaraku Jika Allah Memberikan Hidayah Kepada Seseorang Dengan Wasilah Dirimu..! Sungguh itu lebih baik dari Matahari yang Terbit dan Tenggalam di Atasnya..

Jangan Lupa Komentar
"Semoga Allah Menjauhkan Kita Dari Dosa Riba..
Share:

PERBAIKI JADWAL SHOLATMU, AGAR ALLAH ATUR JADWAL HIDUPMU

Info Mekkah News - Dibawah ini adalah tulisan dari kisah nyata sahabat saya mas Arief Budiman, CEOnya Petakumpet Advertising di Jogja, penulis buku Tuhan Sang Penggoda. Kisah penuh nasehat dengan ending yang mengejutkan, juga intropeksi.. Kenapa hidup kita berantakan? Jangan-jangan karena jadwal sholat kita yang juga berantakan..
Selamat membaca!
Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya. Begini jadualnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam. Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi. Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.
Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman,yang ilmu agamanya lumayan. Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya,"Jadual sholatmu gimana?"
"Jadual sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.
"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.
" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.
" Sholat dhuhur jam berapa?"
"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.
"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.
" Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.
Temen saya tersenyum dan berkata,"Pantas jadual hidupmu berantakan."
"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.
"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.
"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.
"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.
"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.
"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.
Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek. Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget. Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.
Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna. Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A,"Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok,. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."
Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.
Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B,"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada hjadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."
Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut,"O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"
Dari seberang sana dia menjawab,"OK Mas, nanti saya sampaikan."
Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah sms masuk, bunyinya: Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup.
Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!
Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.
Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.
Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya. Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita. Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.
Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah. Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.
Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani. Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.
Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya. Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya. Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.
👇👇👇👇👇👇
Share:

KAMU SUDAH KAYA? ATAU MASIH MISKIN?

Info Mekkah News - Kenalan saya seorang perencana keuangan di Jakarta punya banyak klien dari kalangan artis, dia cerita waktu itu pernah dicurhati seorang artis yang tiap hari nongol di tv, terkenal dimana-mana, tapi buat bayar cicilan mobil 5 juta saja tidak punya.. Gaya hidup akhirnya meremukkan hidupnya.


Saya pernah kenal seorang presenter TV nasional, kalo sedang tampil rapi pakai jas rapi sekali, hanya sekali ketemu di seminar, dia minta nomer HP. Sebulan kemudian dia SMS..
"Mas, saya pinjam uangnya 1 juta bisa? Minggu depan saya kembalikan.."
Walaaah..
Tahun 2009 malah ada vokalis band terkenal, saya kenal sejak 2003 ketika dulu masih kerja di EO sering saya ketemu waktu saya jadi stage manager. Lagunya ngehits di semua radio, satu sore ngajak ketemu.. Ujung-ujungnya pinjam uang dengan alasan ini itu.. Dan sampai hari ini tidak pernah dikembalikan hingga tahun-tahun berlalu..
Kisah Ustad Luqmanul Hakim gak kalah unik, waktu masih kuliah S2 di Malaysia dia diundang makan di sebuah restoran mewah oleh salah satu kawannya. Ustad Luqman bahkan diminta memindahkan parkiran motor bututnya agar tidak menggangu pemandangan di halaman depannya. Usai makan, kawannya justru curhat dan minta nasehat, sambil menunjuk mobil mewah di halaman depan yang sudah 6 bulan cicilannya belum terbayar..
Betul kan, rejeki dari Allah itu PASTI CUKUP untuk hidup, tapi TAK AKAN CUKUP untuk gaya hidup..
Kisah nyata sebaliknya dari Ustad Luqman,
Seorang ibu tua dengan kain jarik datang ke sebuah masjid usai jumatan, panitia dan takmir sedang berkumpul sambil duduk menghitung uang hasil infak jamaah hari itu. Ketika ibu itu datang dengan baju sangat biasa dan berkain jarik, salah seorang dari mereka berdiri, mendekati ibu itu sambil berkata, "maaf bu, disini tidak menerima sumbangan.."
Ibu itu membuka lipatan kain jariknya, mengeluarkan uang berwarna merah, biru, merah, biru, merah, biru.. berlembar-lembar banyaknya, sambil berkata
"Maaf nak, saya mau ikut bersedekah untuk pembangunan masjid ini.. Ini uangnya mohon diterima.."
Seketika para takmir itu menunduk, tak ada yang berani memandang wajah ibu itu.. Salah tingkah dan menahan malu...
----------
Tulisan dari Ustad Salim A. Fillah ini juga menarik, menahan nafas membacanya..
Tertulis dalam bukunya "Barakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta"
"Suatu malam, Ustadz Muhammad Nazhif Masykur berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, beliau bercerita tentang tukang becak di sebuah kota di Jawa Timur"
Ustadz Salim melanjutkan, “Ini baru cerita, kata saya. Yang saya catat adalah, pernyataan misi hidup tukang becak itu, yakni:
(1) jangan pernah menyakiti
(2) hati-hati memberi makan istri."
“Antum pasti tanya,” kembali Salim melanjutkan ceritanya sembari menirukan kata-kata Ustadz Muhammad.
"Tukang becak macam apakah ini, sehingga punya mission statement segala?".
Saya juga takjub dan berulang kali berseru, “Subhanallah,” mendengar kisah hidup bapak berusia 55 tahun ini.
Tukang becak ini Hafidz Qira’at Sab’ah! Beliau menghafal Al-qur’an lengkap dengan tujuh lagu qira’at seperti saat ia diturunkan: qira’at Imam Hafsh, Imam Warasy, dan lainnya.
Dua kalimat itu sederhana. Tetapi bayangkanlah sulitnya mewujudkan hal itu bagi kita.
Jangan pernah menyakiti. Dalam tafsir beliau di antaranya adalah soal tarif becaknya.
Jangan sampai ada yang menawar, karena menawar menunjukkan ketidakrelaan dan ketersakitan.
Misalnya ada yang berkata, “Pak, terminal Rp 5.000 ya." Lalu dijawab,“Waduh, enggak bisa, Rp 7.000 Mbak."
Itu namanya sudah menyakiti. Makanya, beliau tak pernah pasang tarif.
“Pak, terminal Rp 5.000 ya.” Jawabnya pasti OK. “Pak, terminal Rp 3.000 ya."
Jawabnya juga OK. Bahkan kalau,“Pak, terminal Rp 1.000 ya.” Jawabnya juga sama, OK.
Gusti Allah, manusia macam apa ini!
Kalimat kedua, hati-hati memberi makan istri. Artinya, sang istri hanya akan makan dari keringat dan becak tuanya. Rumahnya berdinding gedek. Istrinya berjualan gorengan. Stop! Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu. Harap tahu, putra beliau dua orang. Hafidz Al-qur’an semua.
Salah satunya sudah menjadi dosen terkenal di perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Jakarta. Adiknya, tak kalah sukses. Pejabat strategis di pemerintah. Uniknya, saat pulang, anak-anak sukses ini tak berani berpenampilan mewah. Mobil ditinggal beberapa blok dari rumah. Semua aksesoris, seperti arloji dan handphone dilucuti. Bahkan, baju parlente diganti kaus oblong dan celana sederhana.
Ini adab, tata krama.
Sudah berulang kali sang putra mencoba meminta bapak dan ibunya ikut ke Jakarta. Tetapi tidak pernah tersampaikan. Setiap kali akan bicara serasa tercekat di tenggorokan, lalu mereka hanya bisa menangis.
Menangis. Sang bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya, dan dia mempersilakan putra-putranya menikmati kebahagiaan mereka sendiri.
Ustadz Salim melanjutkan, “Waktu saya ceritakan ini pada istri di Gedung Bedah Sentral RSUP Dr. Sardjito keesokan harinya, kami menangis.
Ada banyak kekasih Allah yang tak kita kenal."
Ah, benar sekali: banyak kekasih Allah dan "manusia langit" yang tidak kita kenal.
Oleh:
Ustadz Salim A.Fillah
-------------
Kawanku.. Hari terus berganti, matahari datang pagi ini, dan menghilang sore nanti..
Usia kita terus bertambah, tanpa sadar banyak hal yang begitu saja kita lewatkan hanya untuk mengejar dunia yang sementara..
Padahal esok pada waktunya, kita semua saat pulang ternyata hanya dibungkus kain kafan tak bersaku.. Tak ada bekal uang yang berlaku..
Semua harta yang selama ini kita kejar habis-habisan, ternyata semu belaka.. Pangkat, jabatan, kemewahan yang selama ini dibanggakan akan berakhir ditimbun tanah kuburan..
Banyak orang yang mengejar label kaya dengan menggadaikan dunianya, harga diri sudah musnah entah kemana..
Sementara, banyak orang yang diam-diam ternyata kaya raya, dan lebih suka mencari muka hanya pada Tuhannya..
Benar kata kawan saya Mas Arief Budiman..
ORANG KAYA adalah orang yang selalu merasa cukup, sehingga dia terus berbagi..
ORANG MISKIN adalah orang yang selalu merasa kurang, hingga dia terus meminta-minta...
Share:

REZEKI HALAL UNTUK KELUARGAKU

Info Mekkah News - Catatan Untuk Kepala Keluarga...
Salah satu diantara musibah besar yang menimpa sebagian keluarga muslim adalah, penghasilan sang suami sebagai penanggung jawab nafkah dari sumber yang haram. Meskipun bisa jadi mereka terlihat tidur nyenyak, di rumah megah nan sejuk ber-AC, dengan mobil mewah anti debu dan polusi, namun sejatinya hati mereka tidak akan bisa tenang.

REZEKI HALAL UNTUK KELUARGAKU

Sehebat apapun fasilitas yang mereka miliki, mereka tidak akan bisa menggapai ketenangan, layaknya orang yang berpenghasilan murni halal. Karena seperti itulah yang Allah nashkan dalam Alquran,
“Siapa yang berpaling dari peringatan yang Aku turunkan, dia akan mendapatkan kehidupan yang sempit…” (QS. Thaha: 124).
Sementara mereka yang bergelut dengan harta haram tidak jauh dari ayat ini.
Daging-daging Bahan Bakar Neraka
Dari Ka’ab bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada daging yang tumbuh dari as-suht, kecuali neraka lebih layak baginya.” (HR. Turmudzi 614 dan dishahihkan al-Albani).
Dalam riwayat dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma,
“Tidak akan masuk surga, daging yang tumbuh dari as-suht, maka neraka lebih layak baginya.” (HR. Ahmad 14032 dengan sanad jayid sebagaimana keterangan al-Albani).
Dimanakah Anda wahai para kepala keluarga! Halalkah pekerjaan Anda wahai para penanggung jawab nafkah! Jika Anda sangat mengkhawatirkan kesehatan mereka, sudahkah Anda mencemaskan keselamatan daging-daging mereka? Pernahkah Anda mengkhawatirkan anak dan istri Anda ketika mereka makan bara api neraka? Berusahalah mencari yang halal, dan jangan korbankan diri Anda dan tubuh Anda.
Syaikhul Islam mengatakan,
Makanan akan bercampur dengan tubuh dan tumbuh menjadi jaringan dan sel penyusunnya. Jika makanan itu jelek maka badan menjadi jelek, sehingga layak untuknya neraka. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, ‘Setiap jasad yang tumbuh dari harta haram, maka neraka layak untuknya.‘ Sementara surga adalah kebaikan, yang tidak akan dimasuki kecuali tubuh yang baik. (Ma’mu’ al-Fatawa, 21:541).
Mereka yang Cemas ketika Makan Harta Haram
Aisyah menceritakan,
Abu Bakar memiliki seorang budak. Pada suatu hari, sang budak datang dengan membawa makanan dan diberikan kepada Abu Bakar. Setelah selesai makan, sang majikan yang wara’ bertanya, ‘Itu makanan dari mana?’ Si budak menjawab: “Dulu saya pernah berpura-pura jadi dukun semasa jahiliyah. Kemudian aku meramal seseorang. Sebenarnya saya tidak bisa meramal, namun dia hanya saya tipu. Baru saja saya bertemu dengannya dan dia memberi makanan itu, yang baru saja tuan santap.” Seketika itu, Abu Bakar langsung memasukkan jarinya dan memuntahkan seluruh isi perutnya. Abu Bakar mengatakan,
Andaikan makanan itu tidak bisa keluar kecuali ruhku harus keluar (mati), aku akan tetap mengeluarkannya. Ya Allah, aku berlepas diri dari setiap yang masuk ke urat dan yang berada di lambung. (HR. Bukhari, 3554).
Kisah yang lain,
Abu Said al-Khadimy (ulama mazhab Hanafi, wafat: 1156H) meriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah menitipkan 70 helai kain kepada Bisyr untuk dijual di Mesir. Tidak lupa Abu Hanifah menulis surat kepadanya bahwa kain yang telah diberi tanda, ada cacatnya. Beliau juga memintanya untuk menjelaskan cacat tersebut kepada calon pembeli.
Setelah kembali ke Irak, Bisyr menyerahkan uang hasil penjualan kepada Abu Hanifah sebanyak 3000 keping dinar (± 12,75 kg emas, dengan asumsi 1 dinar=4,25 gr).
Lalu Abu Hanifah menanyakan kepada Al Bisyr, ‘Apakah satu kain yang cacat telah kamu jelaskan kepada pembeli saat menjual?
Bisyr menjawab, “Aku lupa”.
Syahdan sang imam (Abu Hanifah) berdiri, lalu mensedekahkan seluruh hasil penjualan 70 helai kain tersebut. Sebuah nilai yang sangat besar, 12,75 kg emas.
Untuk istri, Bantulah sang Suami untuk Mencari Nafkah yang Halal
Menyadari keselamatan nafkah keluarga ada di tangan suami, selayaknya setiap wanita berusaha memotivasi suaminya untuk mencari rezeki yang halal. Tunjukkan sikap qanaah (merasa cukup dengan apa yang halal) dan bukan menjadi tipe penuntut.
Bisakah Anda memahami, salah satu faktor suami Anda rela untuk bergulat dengan kerasnya hidup adalah dalam rangka membahagiakan Anda dan keluarga. Bila perlu, dia akan berikan seisi dunia ini kepada Anda, agar Anda bisa merasa bahagia bersamanya. Tak heran, sebagian lelaki pecundang, yang merasa tertuntut untuk membahagiakan keluarga, harus tega-tegaan merenggut harta haram, demi mendapatkan target kebahagiaan yang diharapkan. Dari pada pulang dengan disambut wajah cemberut sang istri, lebih pulang dengan harta haram.
Qanaah, itulah kata kuncinya. Merasa cukup dengan yang halal, itulah intinya. Letakkan arti kebahagiaan itu di hati Anda, bukan di mulut dan perut Anda. Karena kesenangan dengan standar mulut dan perut adalah ciri khas binatang.
Dulu para wanita, melepas kepergian suaminya yang hendak berangkat mencari nafkah dengan nasehat yang indah. Kalimat menyejukkan yang memberikan semangat luar biasa bagi sang suami untuk mencari nafkah dengan cara yang tidak melanggar syariat. Ketika sang suami hendak berangkat, mereka berpesan,
Wahai fulan (suamiku), berilah makanan yang halal bagi kami. Kami sanggup untuk menahan diri dengan bersabar dalam kondisi lapar. Namun kami tidak sanggup untuk bersabar dari neraka dan murka al-Jabbar (Dzat Yang Maha Mutlak Ketetapan-Nya).
Sikap semacam inilah yang selayaknya Anda tiru… mereka wanita-wanita sholihah, calon-calon bidadari surga. Menghiasai kecantikan dirinya denagn kecantikan akhlaknya. Betapa bahagianya sebuah keluaga dengan kehadiran mereka di tengah-tengah mereka. Tidakkah Anda ingin menjadi seperti dari mereka…?
Masih ada waktu untuk bertobat. Masih ada kesempatan untuk memahami transaksi riba dalam bisnis beserta turunannya. Pastikan setiap keringat yang Anda keluarkan untuk mencari nafkah keluarga bernilai berkah.
Share:

Wednesday, March 9, 2016

Belum Lunasi Hutang, Jasad Dihimpit Bumi

Jangan pernah sekalipun meremehkan yang namanya hutang, karena hutang kalau belum terbayar, sampai mati pun masih tetap dianggap sedang berhutang.

Dikisahkan oleh Sayyid Ali, seorang ulama di zamannya. Beliau merupakan putra dari seorang ulama besar, seorang ahli fiqih yakni Al Amir Sayuid Hasan bin Al Amir Sayyid Muhammad.

Pada suatu hari, Saayid Ali yang tinggal di Iran, menimba ilmu, telah mendengar kabar berita duka. Ayahnya telah meninggal dunia sehingga ia meminta izin untuk mengurus jenazah ayahnya.


Tujuh bulan kemudian, giliran ibunya yang meninggal dunia dan di makamkan di daerah Najef, Irak.

Tak lama kemudian, Sayyid Ali bermimpi bertemu ayahnya. Dalam mimpimya, ia melihat seolah-olah sedang duduk di rumah dan ayahnya masuk sembari mengucapkan salam.

Sang ayahnya kemudin duduk din hadapannya sambil menyapanya dengan lemah lemubut.





Utang Tak Tercatat


Sayyid Ali sadar benar bahwa ayahnya sudah meninggal dunia. Ia pun bertanya kepada ayahnya,
"Ayah, bukankah ayah telah meninggal?"
Kemudian Syayyid Ali bertanya tentang keadaannya.

Ayahnya menjawab,
"Dahulu kuburku kesempitan, dan sekarang alhamdulillah dalam keadaan yang baik, kesempitan dan himpitan itu menghilang dariku."

Sayyid Ali heran dengan kejadian itu, dan dengan heran, ia bertanya lagi.
"Ayah dalam kesempitan?"
Ayahnya menjawab,
"Ya,arena Haji Ridha bin A'a Babasy Syahir menagihku, dan itu yang menyebabkan buruk keadaanku."

Sayyid Ali bertambah heran, lalu ia terbangun dari tidurnya dalam keadaan takut dan heran. Kemudian ia menginkan surat kepada saudara ayahnya tentang wasiat ayahnya dalam mimpi.

Dalam surat tersebut, Sayyid Ali bertanya apakah ayahnya dahulu memiliki hutang kepada orang tersebut atau tidak. Dan saudaranya menjawab dengan balasan surat juga.

Dalam surat balasannya, saudaranya mengatakan bahwa ia sudah memeriksa buku harian ayah, namun ia tak menemukan nama dari orang tersebut.

Sayyid Ali masih belum puas dengan jawaban saudaranya tersebut. Ia kemudian mengirim surat lagi untuk yang kedua kalinya yang isinya agar saudaranya menanykan langsung kepada orang yang bersangkutan.





Akhirnya di Ikhlaskan


Kemudian saudaranya membalas surat lagi.
"Setelah aku tanya kepada orang tersebut, ternyata memang benar ayah pernah berhutang kepadanya."
"Ya ayahmu pernah punya hutang kepadaku sebesar 18 tuman (mata uang Iran), dan tak ada yang mengethaui selain kami dan Allah SWT saja."

Setelah ayahmu wafat, aku pernah bertanya kepadamu, apakah namaku ada dalam daftar buku harian ayahmu, kamu menjawabnya tidak ada. Aku kecewa dan hatiku terasa sesak karena pernah meminjamkan uang tanpa ada bukti di secarik kertas dan aku yakin ia tidak mencatat namaku dalam buku hariannya.

Kemudian aku pulang dengan hati yang kecewa.

Kemudian saudaranya tersebut menceritakan kepada Haji Ridha tentang mimpi yang dialami oleh Sayyid Ali. Kemudian orang tersebut berkata,
"Karena berita ini dari saudaramu, sekarang hutangnya aku relakan dan aku ikhlaskan."

Waalahu A'lam...
Share:

Thursday, March 3, 2016

Syirik


Assalamualaikum
Materi hari ini adalah tentang Aqidah Islamiyah. Dan Aqidah yang benar adalah aqidah yang berdasarkan Alquran dan Sunnah Nabi Saw. Dalam pembahasan Aqidah ada yang namanya Syirik. Tahukah anda apa itu syirik? Syirik atau menyekutukan Allah adalah sesuatu yang amat diharamkan dan secara mutlak ia merupakan dosa yang paling besar. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa yang paling besar (tiga kali) ? mereka menjawab : ya, wahai Rasulullah ! beliau bersabda : menyekutukan Allah“ (muttafaq ‘alaih, Al Bukhari hadits no : 2511)
Setiap dosa kemungkinan diampuni oleh Allah Subhanahu wata’ala, kecuali dosa syirik, ia memerlukan taubat secara khusus, Allah berfirman :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya (An Nisa : 48)
Di antara macam syirik adalah syirik besar. Syirik ini menjadi penyebab keluarnya seseorang dari agama Islam, dan orang yang bersangkutan, jika meninggal dalam keadaan demikian, akan kekal di dalam neraka.
Share:

Sunday, February 7, 2016

5 Hal ini yang Membuat Suami Takuti dari Istri

Info Mekkah News - Sahabat muslimah biasanya yang terjadi di dalam kehidupan suatu rumah tangga yaitu Istri takut terhadap suami itu adalah wajar. Namun tema kali ini yaitu hal yang membuat suami takut istri bahkan bagi suami yang tidak takut istri pun, biasanya 5 hal berikut ini tetap membuat 'takut'. Karena kalau istri sudah mengarah pada kelima hal berikut ini, biasanya akan membuat suami serba salah. Apa saja sih 5 hal yang dimaksud? Wahai suami, benarkah hal berikut ini membuat Anda sekalian 'takut'?

5 Hal yang Suami Takuti dari Istri

1. Permintaan cerai
Entah mengapa banyak istri yang jika marah dan kecewa sedikit saja langsung mengucap kata sakti untuk cerai, tentu saja hal ini bisa membuat suami kebat-kebit 'takut' jika sang istri benar-benar menggugat cerai dan membawa serta anak-anak.
2. Cemburu buta
Istri mana pun akan menjadi menakutkan ketika sedang cemburu buta, mulai dari menuduh suami selingkuh, mengecek semua isi handphone dan akun sosial media suami, meneror untuk pulang ke rumah cepat, dan lain sebagainya.
3. Kabur dari rumah
Begitu suami pulang ke rumah ternyata istri sudah 'menghilang', tentu saja ini menakutkan, apalagi kalau tanpa kabar berita alias benar-benar kabur dan tiba-tiba sudah berada di rumah orangtuanya, pasti urusan bisa jadi panjang.
4. Menolak berhubungan
Yang satu ini tentu saja membuat suami takut, karena merupakan kebutuhan mendesak. Bagaimana jika suami sedang berada di puncak syahwatnya namun istri menolak untuk melayani? Itu sebabnya perlu mendidik istri agar sholihah dan mengerti hukum-hukum agama, sehingga suami tak perlu takut mengenai hal ini karena istri sudah mengerti kewajibannya.
5. Menuntut kenaikan belanja bulanan
Istri mengeluh uang bulanan kurang apalagi sampai menuntut kenaikan belanja bulanan tentu menakutkan bagi suami, terutama yang sudah memberikan 100% uang gaji pada istri, kalau masih sampai dibilang kurang juga harus bagaimana lagi?
Demikianlah beberapa hal yang biasanya ditakuti suami dari istrinya.
Share:

6 Hal yang Sering Diabaikan Suami Padahal Bisa Memicu Stres Istri

Info Mekkah News - Terkadang  entah saking cueknya atau memang merasa tak penting, para suami sering kali melakukan hal-hal yang memang tampak sepele ini, tapi sungguh membuat istri stres karena 'capek hati'.
Padahal kalau suami mau berbaik hati menuruti istri dengan tak melakukan hal kecil ini, sangat mungkin istri takkan terlalu lelah karena selalu menggerutu lihat kelakuan suami yang tak mau membantu:

6 Hal yang Tampak Sepele Ini Sering Diabaikan Suami Padahal Bisa Memicu Stres Istri 

1. Menaruh handuk sembarangan
Apa susahnya menaruh handuk di jemuran? Pasti jauh lebih mudah daripada dicerewetin istri sepanjang hari cuma gara-gara handuk basah nangkring di atas kasur.
2. Semena-mena terhadap keset 
Apa sih yang dilakukan kaki suami sampai keset posisinya berubah miring tak jelas, kadang keset handuk sampai membuntel-buntel tak berbentuk, keset depan kamar mandi langsung basah tak terkira, dan warnanya pun langsung butek.
Padahal kalau ada yang kotor-kotor bisa pakai kain gombel terlebih dulu baru pergunakan keset untuk finishing touch saja, supaya kaki tidak jamuran karena kesetnya menyimpan milyaran bakteri.
3. Bikin dapur belecetan
Cuma masak mi instan saja terjadi kehebohan luar biasa, di atas kompor ada panci dengan sisa air merebus mi dan sisa telor yang melengket di pinggirannya, bumbu belepotan di atas meja, ada air tumpahan juga di sudut sana-sini. Fiyuuh...
Demikian juga kalau membuat minuman, gula pasir berjatuhan di lantai, air sirup melengket di mana-mana. Kadang lebih baik suami tinggal bilang saja mau dibuatkan apa daripada dapur jadi tampak mengerikan.
4. Membuat anak menangis lalu kabur
Ini Sering dilakukan suami dari berbagai belahan dunia. Anak dipeluk-peluk, dicium-cium, digodain sampai menangis atau terbangun dari tidurnya, kemudian ngeloyor pergi begitu saja. Sungguh membuat istri frustasi!
5. Membuat isi lemari berantakan
Cuma ambil sehelai kemeja, tapi satu lemari diobrak-abrik. Kalau memang mau mencari sesuatu, sebaiknya katakan saja pada istri tercinta biar diambilkan.
6. Menaruh pakaian kotor sesuka hati
Bukan hanya menjadi tempat persembunyian nyamuk, baju kotor yang bertebaran di mana-mana juga membuat rumah jadi bau semerbak.
Biasanya istri telah menyiapkab keranjang atau ember khusus untuk pakaian kotor, coba biasakan diri menaruh baju kotor pada tempatnya, in syaa Allah berpahala membuat tugas istri makin ringan.
Share:

6 Manfaat Wudhu Sebelum Tidur




Info Mekkah News - Apakah Anda sudah membiasakan diri berwudhu sebelum tidur? Pada umumnya, wudhu dilaksanakan saat hendak menjalankan rutinitas ibadah shalat, membaca al-Quran atau saat hendak berangkat mengaji. Namun, sebenarnya, wudhu bukanlah rutinitas yang dilakukan sebagai syarat sah shalat, tapi juga untuk membersihkan diri. Bahkan, secara medis pun, wudhu telah dinilai memberikan manfaat untuk kesehatan, terutama berwudhu sebelum tidur. 

6 Manfaat Wudhu Sebelum Tidur
Foto ilustrasi: google

Inilah manfaat wudhu sebelum tidur yang penting kita ketahui, di antaranya adalah:
  1.       Mampu menghentikan perkembangan kuman
Pada malam hari, tanpa kita sadari, kuman yang masih menempel pada kulit dapat berkembang menjadi bakteri yang bisa menimbulkan penyakit. Bahkan, secara tak sadar pula, seprei, dinding kamar atau bahkan di bantal terdapat banyak kuman yang tak dapat kita lihat, dan semua kuman itu bisa menempel di kulit kita tanpa kita tahu.
  1.       Terbebas dari kuman jahat
Setelah berwudhu, tentu kulit akan menjadi lebih bersih, mulai dari wajah, tangan, kaki dan lainnya. Sehingga kuman yang berada di tubuh kita dapat berkurang.
  1.       Struktur wudhu mampu menyehatkan tubuh
Seperti yang kita tahu, bahwa urutan berwudhu mulai dari niat, membersihkan tangan, berkumur, membersihkan wajah hingga ke kaki sangat berarti dalam membersihkan anggota tubuh secara menyeluruh. Sehingga saat tidur, anggota tubuh yang menempel pada kasur atau yang tidak tertutup pakaian maka akan selalu terjaga kebersihan dan kesehatannya.
  1.       Mampu merawat kecantikan wajah
Kadang kali, wanita malas membersihkan wajahnya. Namun, dengan berwudhu maka wajah akan terasa lebih segar dan kita bisa tidur lebih nyaman. Pori-pori wajah akan lebih segar dan menghindari masuknya bakteri lain. Kulit wajah tetap bersih dan lebih cerah, tidak mudah berminyak saat kita bangun nanti.
  1.       Memberikan ketenangan rohani
Setelah berwudhu, tubuh akan terasa lebih segar, tidak gerah dan tidak berkeringat serta membuat otot lebih rileks. Sehingga kita bisa tidur lebih nyaman dan tentu memberikan ketengan bagi jiwa dan rohani kita.
  1.       Menambah pahala dan tidur kita bernilai ibadah
Bayangkan betapa dahsyatnya jika tidur yang kita lakukan setiap malam bernilai ibadah, wuih luar biasa! Maka biasakanlah berwudhu agar menambah pahala dan juga menjaga kita dari gangguan syetan.

Sources:Ummi-Online
Share:

Monday, February 1, 2016

Kisah Raja Zalim Mati Sebelum Bertobat

Kematian adalah rahasia Ilahi, jika sudah waktunya tiba, tak ada seorang pun yang dapat mencegahnya atau menundanya. Tak seorang pun bisa memajukan ataupun mengundurkan kematian sekalipun nabi dan rasul kecuali atas kehendak Allah SWT.

Banyak juga yang kelihatannya di pagi harinya sehat wal afiat bercenkerama dengan teman-temannya, namun ketika mmenjelang siang, nyawa sudah berpisah dari badannya.

Ada pula yang sedang beraktivitas, di tempat parkir, bekerja, di jalan, tidur maupun tengah shalat. Tak disangka malaikat maut datang dan mencabut nyawanya.

Hal ini seperti kisah di bawah ini.

Dahulu kala ada seorang raja yang zalim dan ia meninggal sebelum sempat melakukan tobat dari kesombongan dan kezalimannya. Bagaimana kisahnya.


Berikut Kisahnya


Dalam kitab Dzikir Al-Maut wa ma Ba'dahu, Ihya' Ulumuddin buah karya Imam Al Ghazali dikisahkan bahwa ada raja yang sombong dan hanya memandang orang lain dengan sebelah mata saja.

Pemimpin itu begitu zalim kepada rakyatnya hingga malaikat maut mencabut nyawanya.

Raja itu merasa hanya dirinyalah yang paling berkuasa dan tidak ingin ada orang lain yang duduk di singgasananya. Ia selalu bertendak semena-mena dan ia akan menghukum bagi siapa saja yang berusaha melawannya.

Raja itu benar-benar melupakan bahwa kalau dunia ini tidaklah abadi, termasuk dirinya dan kerajaannya. Harta benda serta kekuasaannya telah menutupi hatinya dari cahaya Ilahi.




Teguran Malaikat


Pada suatu ketika raja dikawal banyak sekali prajurit untuk mengunjungi daerah kekuasaannya. Dengan penuh kesombongan ia memulai perjalanannya dengan menunggangi kuda yang terbaik.

Tiba-tiba di tengah perjalanan pada malam hari, perjalanannya terhenti. Entah bagaimana mulanya, yang jelas, raja didatangi oleh seseorang dengan penampilan yang kusut dan kumal.

Orang tersebut mengucapkan salam kepda sang raja, namun sang raja tidak menjawabnya. Merasa terhina, orang tersebut kemudian merampas tali kekang kuda sang raja.

"Lepaskan ! Kamu telah melakukan kesalahan yang besar, "ujar raja dengan murka.
"Aku ada satu permintaan kepada Anda, "jawab orang itu.
"Sabarlah tunggu sampai kudaku berhenti dulu, "kata raja.
"Tidak, sekarang juga, "kata orang itu sambil memegang kekang kuda agar berhenti.
"Ayolah, katakan padaku apa keperluanmu, "kata raja.
"Ini rahasia, tak boleh seorang pun mendengarnya, "kata orang itu.

Maka sang raja mendekatkan kepalanya ke orang itu dan orang tersebut berkata,
"Aku adalah malaikat maut."




Permintaan Terakhir


Mendengar hal terrsebut, seketika wajah raja pucat pasi ketakutan. Lidahnya kelu tak dapat berbicara. Dengan gemetar raja berkata,
"Berilah aku tenggang waktu sampai aku kembali kepada keluargaku untuk mengucapkan selamat tinggal dan menyelesaikan semua urusanku,"

Sang Malaikat Maut itu berkata,
"Demi Allah, tidak bisa! Kamu sudah tidak sempat lagi melihat keluargamu, hartamu, dan kerajaanmu."

Setelah berkata demikian, malaikat maut langsung mencabut nyawa sang raja. Seketika itu juga sang raja jatuh tersungkur dari kudanya laksana seonggok kayu kering.

Sang raja telah meninggal dunia sebelum sempat bertobat. Ia mati dengan segala kesombongan dan kezaliman yang dilakukan terhadap rakyat-rakyatnya.
Share: