Wednesday, December 23, 2015

Doa Orang Tua Untuk Anak Tidak Pernah Di Kabulkan, Mungkin Ini Alasannya

Info Mekkah News - Setiap orangtua menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi sukses. Mereka akan mendukung baik secara moril maupun materil demi keberhasilan buah hatinya. Namun hal terpenting yangn harus dilakukan orangtua adalah mendoakan anak-anaknya.
Banyak hadist menjelaskan bahwa doa orangtua sangat mustajab. Bahkan doa ibu mampu menembus langit dan langsung dihijabah oleh Allah SWT. Begitu dasyatnya doa orangtua ini seharusnya menyertai setiap perjalanan hidup setiap anak.
Sumber : bersamadakwah.net
Namun ada tindakan orangtua yang membuat Allah menolak doa mereka untuk anak-anaknya. Apapun doanya tidak akan dihijabah jika orangtua melakukan hal ini. Apa tindakan tersebut dan bagaimana bisa Allah menolak dengan keras doa mereka?
Ternyata tindakan orangtua yang dapat membuat Allah menolak doa mereka untuk anak adalah memberi makan anak-anak dengan uang yang haram atau syubhat. Ketika anak-anak mendapatkan asupan makanan yang haram atau syubhat, salah satu efeknya adalah doa tidak akan terhijabah. Apalagi jika orang tuanya juga memakan makanan dari hasil yang serupa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai manusia, sesungguhnya Allah Maha Baik dan hanya menerima yang baik. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang mukmin untuk sama seperti yang diperintahkan kepada para nabi. Kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, ‘Wahai para rasul, makanlah makanan yang baik dan kerjakanlah amal shalih. ’ Dia juga berfirman yang artinya, ‘Hai orang-orang mukmin, makanlah makanan yang baik yang telah Kami anugerahkan kepadamu. ’ Kemudian beliau menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh hingga rambutnya kusut dan kotor, ia menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabb, ya Rabb’. Akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia kenyang dengan yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan.” (HR. Muslim)
Ulama menerangkan hadist ini bahwa laki-laki yang dijelaskan diatas sudah memenuhi kriteria terkabulnya doa. Kriteria tersebut adalah Ia seorang musafir, ia lelah, dan ia menengadahkan dua tangan dan sangat berharap kepada Allah.
Akan tetapi Nabi Muhammad SAW dalam hadist tersebut menjelaskan bahwa doa laki-laki tersebut tetap tertolak karena barang haram. Sebab makanan haram, minuman haram dan pakaian haram adalah penghalang terkabulnya doa.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersabda,”Ketahuilah, bahwa suapan haram jika masuk dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari.” (Riwayat At Thabrani).
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersabda,”Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali nereka lebih utama untuknya.” (Riwayat At Tirmidzi).
Para orangtua, sebaiknya mulai saat ini dan seterusnya kita lebih berhati-hati dalam memberikan buah hati makanan. Selain doa anda untuk mereka tidak dihijabah, masih banyak hal buruk lainnya yang akan menimpa anak karena makan uang haram ini.
Bukankah tidak ada yang lebih menyakitkan dari penolakan doa kepada Allah, padahal Ia maha pemberi dan maha penyayang.  Semoga kita hamba-hamba-Nya yang selalu rindu disayangiNya

Sumber : kabarummat.com
Share:

Tuesday, December 22, 2015

Ibu, Aku Bersyukur Kau Meninggal - Renungkan

Info Mekkah News - Dia berlangsung kearah kerumunan tempat prosesi ibunya dikuburkan dengan langkah tegap penuh kepercayaan diri tanpa sedikitpun bekas air mata di pipinya.

Orang-orang menontonnya, menyalaminya, serta mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya wanita tercinta yang sudah membesarkannya. Hampir tidak ada sedikitpun rasa kesedihan di wajahnya.

Dan senyumnya yang ramah itu memunculkan tanda tanya di benak para pelayat, tergolong saudari satu-satunya.

Sumber : kabarummat.com

Dia berdiri di tepi kuburan menatap liang lahat seakan-akan ingin mengukur luasnya. Lalu masuk kedalam, menolong pemakaman ibunya walau tanah basah mengotori jas yang dikenakannya.

Sesekali dirinya tersenyum menatap wajah ibunya yang kaku serta tidak dapat lagi membuka matanya. Serta sekali lagi, tidak adanya kesedihan diwajahnya memunculkan pertanyaan,
‘Ada apa antara dirinya serta ibunya?’

Orang-orang sudah berangkat meninggalkannya yang tetap berdiri di tepi kuburan sang ibu. Saudarinya pun sudah dimintanya untuk berangkat duluan mengurus suami serta anak-anaknya.
Sementara dirinya tetap berdiri disana, sendirian, tetapi sekali lagi, tanpa sedikitpun kesedihan. Sesekali dirinya tersenyum seakan bunda menontonnya dari dalam.

“Boleh saya bertanya, nak?” Sapaan pak ustadz dari belakang mengagetkannya.

Dia menoleh kebelakang serta mengangguk kecil sambil tersenyum.
Pak ustadz lalu berdiri disebelah kanannya,

“Saya hanya ingin meluruskan rasa penasaran warga padamu, ada apa antara kalian serta ibumu?”

“Maksudnya pak?”

“Yaaah, kita tidak menonton sedikitpun rasa sedih di wajahmu.”

Sekali lagi dirinya tersenyum serta menatap pusara sang ibu,

“Ayahku meninggal saat aku tetap remaja, dirinya ayah yang sangat baik walau bekerja pas-pasan. Dirinya melindungi kita dari apapun yang merusak lahir serta batin kami.

Tapi aku merupakan anak pembangkang.”

“Di hari terbaru ayahku, aku bertengkar luar biasa dengannya serta bahkan meyumpahinya hanya sebab dirinya tidak membelikan aku ponsel yang kuinginkan.

Aku takkan lupa saat ayahku berakhir dikuburkan, pak ustadz.

Ibuku menangis setiap harinya, tubuhnya melemah serta mengurus. Tetapi dirinya tidak berhenti berkeliling menjajakan bakwan keseluruh kampung walau berbagai bakwan yang terjual itu terasa payau bercampur dengan air matanya.”

“Aku menontonnya setiap saat pak, serta aku tidak dapat berhenti menyalahkan diriku yang sudah mengangkat kesedihan di wajah ayahku saat dirinya meninggal. Sejak itu, aku meyakinkan diriku bahwa suatu hari kelak ibuku bakal mengalami faktor yang sama. Dirinya bakal meninggal, dirinya bakal meninggal, serta dirinya bakal meninggal. Serta itu hanya persoalan waktu.”

“Pikiran itu semakin menghantuiku serta memaksaku wajib meperbuat sesuatu.
Aku tidak dapat lagi meperbuat kesalahan yang sama semacam pada ayahku.
Aku merubah semua mengenai nasibku, baik duniaku maupun agamaku, sebab setiap harinya aku berpikir mungkin besok merupakan hari terbaru ibuku. Sampai aku berada di posisi semacam ini, pak ustadz.”


Aku bersyukur, ibuku meninggal ketika aku tidak lagi memberatkan nasibnya.
Aku bersyukur, ibuku meninggal seusai aku memberinya cucu yang sehat serta berbakti.
Aku bersyukur, ibuku meninggal saat masa tuanya hanya tinggal memikirkan ibadah.
Aku bersyukur, ibuku meninggal dengan menepuk dada setiap kali dirinya bercerita mengenaiku serta saudariku.
Aku bersyukur, ibuku meninggal di rumahnya serta bukan di kontrakannya.
Aku bersyukur, ibuku meninggal kini ini, pk ustadz.
Aku bersyukur, ibuku meninggal penuh ketersanjungan sebab aku serta saudariku rutin menghubunginya setiap hari menanyakan beritanya serta menceritakan berita kami.”


Dia mulai meneteskan air mata, serta mulai mengalir deras, walau bibirnya semakin menerus mengukirkan senyum yang menyejukkan.

“Dan aku bersyukur, pak ustadz. Aku bersyukur, ibuku meninggal tanpa mengangkat kesedihan kealam sana serta yakin bahwa aku serta saudariku bakal semakin memberinya kebanggaan yang bakal dikatakannya pada Tuhan serta pada ayahku.

Penyesalanku sekarang, aku wajib bersabar untuk menonton senyumnya serta mendengar tawanya lagi.”



Sumber : kabarummat.com
Share:

Inilah 4 Arah yang Dilalui Setan Saat Masuk Dalam Diri Manusia

Info Mekkah News - Setan adalah musuh nyata manusia yang bakal rutin menyesatkan. Mereka bakal mencari setidak sedikit-tidak sedikitnya kawan untuk bersama masuk ke dalam lembah neraka. Kebencian mendalam terhadap manusia membikinnya meperbuat segala tutorial supaya manusia berpaling dari Allah SWT. 


Salah satu yang diperbuat adalah dengan masuk ke dalam diri manusia. Dengan begitu, setan bakal mudah menggoda, menghasut serta menjerumuskan supaya makhluk paling sempurna ini melanggar aturan Allah.

Tersedia 4 arah yang menjadi pintu setan saat bakal masuk ke dalam diri manusia. Dengan tak sedikitnya arah ini, mereka bakal dengan mudah menjalankan misinya. Lalu, arah mana saja yang bakal dilewati setan saat bakal masuk ke dalam diri manusia? Berikut ulasannya.

Allah SWT dalam Alquran Surat Al-A’raf: 16-17 membahas bahwa setan bakal mendatangi manusia dari empat arah yakni depan, belakang, kanan serta kiri.  Makna empat arah ini pasti tak sedangkal yang dibayangkan.

“Iblis menjawab, ‘Sebab Engkau telah menyesatkanku, pasti aku bakal rutin menghalangi manusia dari jalanMu yang lurus. Aku pun pasti bakal mendatangi mereka dari depan, belakang, kanan serta kiri mereka. Jadi Engkau tak bakal mendapati tak sedikit manusia bersyukur,” (QS. Al-A’raf: 16-17).

Berikut ini penjelasan dari makna setan bakal mendatangi manusia dari arah depan, belakang, kanan serta kiri.

1. Setan Masuk dalam Diri Manusia dari Arah Depan


Setan bakal masuk dalam diri manusia dari arah depan. Faktor ini dimaknai bahwa setan bakal memakai kenasiban dunia untuk membikin manusia melupakan urusan akhirat. Apa yang jelas tampak saat tetap di dunia? Pasti pandangan kami bakal mengarah pada kenasiban duniawi semacam harta, tahta alias wanita. Inilah yang kenasiban yang jelas terkesan di depan mata manusia saat tetap nasib di dunia.

Dengan kenasiban dunia, manusia bakal lalai dengan kenasiban abadi di akhirat. Jadi manusia lupa untuk mempersiapkan diri sebagai bekal meraka. Nyatanya hingar bingar kenasiban di dunia tak lepas dari tipu daya setan. Jadi sebaiknya kami mawas diri terhadap segala bentuk kenasiban yang berhubungan dengan dunia.

2. Setan Masuk dalam Diri Manusia dari Arah Depan


Setan juga bakal mendatangi manusia dari arah belakang. Maksudnya, memakai amalan ukhrowi alias amalan akhirat untuk mencapai tujuan yang bersifat duniawi. Tak sedikit sekali amalan-amalan yang tampaknya berkualitas ibadah, tetapi nyatanya amal tersebut malah menjadi sia-sia saja dengan cara ukhrowi. Semisal kami mengenal bahwa Alquran menjadi penentu arah ketersanjungan dunia serta akhirat,   maka setan bakal terus menerus berbisik serta mengarahkan manusia supaya memakai Al-Quran untuk kepentingan dunia.

Setan bakal mengarahkan orang yang suka beribadah supaya menjadikan ibadahnya untuk kepentingan dunia. Bahkan, dirinya juga menanamkan ke dalam hati manusia keangkuhan tersembunyi, yaitu meyakini bahwa keajaiban-keajaiban yang dialaminya adalah bukti ketakwaan dirinya terhadap Allah. Apabila telah timbul keangkuhan, maka desakan menuju kemusyrikan terus kuat serta jalan kesesatan di hadapannya terus terbuka lebar.

3. Setan Mendatangi Manusia dari Arah Kanan


Setan juga bakal masuk dalam diri manusia dari arah kanan. Maksudnya amal kebaikan yang kami perbuat juga tak lepas dari incaran setan. Amal kebaikan inilah yang bakal dipakai setan untuk menumbuhkan keangkuhan di dalam diri. Pada diri orang yang suka beramal biasanya setan bakal menanamkan perasaan arogan serta membikin mereka merasa lebih mutlak serta mulia. Bahkan dengan amal saleh serta ketagwaan ini membikin seornag berpikir bahwa mereka tak berdosa.

Sebuah kisah yang mengfotokan dengan kearoganan dalam kebaikan adalah sebagai berikut. Seseorang tengah berobat ruqiyah terhadap seorang ustadz. Ia lalu bertanya terhadap Uztadz tersebut. “Oh Uztad, kenapa wacana doa yang kamu bacakan rutin efektif, sementara apabila dibaca orang lain tidak”, Uztad tersebut menjawab”Oh kalau itu urusan ketaqwaan”

Alkisah, pada sebuahhari, seorang praktisi ruqyah ditanya, “Ustadz, mengapa wacana ustadz sangat berpengaruh bagi pasien, sementara wacana orang lain tidak? Padahal, orang lain pun sanggup membaca yang ustadz baca?” Dengan yakin dirinya menjawab, “Oh, itu urusan ketakwaan.”

Jawaban ini pasti mengarah terhadap kearoganan. Contoh semacam inilah yang dimaksud dengan campur tangan setan dalam faktor kebaikan. Sebab kearoganan yang terbesar adalah, kearoganan terhadap ketaqwaan.

4. Setan Mendatangi Manusia dari Arah Kiri


Dari arah kiri dimaksudkan dengan kekurang baikan. Setan bakal masuk dalam diri manusia melewati hal-hal kurang baik. Umpama saja ketika seseorang memperoleh musibah, Ia langsung berprasangka kurang baik terhadap Allah. Faktor ini membikin keresahan serta  kegelisahan jadi kehilangan kontrol dalam sikap serta ucapan yang akhirnya keluar kata-kata kufur serta syirik. Contoh lain adalah ketika seseorang menderita sebuahpenyakit, maka setan bakal membujuk serta merayunya untuk berobat dengan tutorial melanggar syariat.



Sumber: Infoyunik.com
Share:

Subhanallah, Ternyata Muazin di Aceh Ini Bukan Orang Biasa!

Info Mekkah News - Menjadi seorang pemimpin sepatutnya memiliki tanggung jawab yang besar, tidak hanya menjalankan roda pemerintahan yang baik, seorang pemimpin juga wajib menjadi panutan bagi rakyatnya.

Sumber : muslimterbaru.com
Contoh saja Bupati (kepala daerah) Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh ini. Meskipun ia sudah menduduki jabatan sebagai kepala daerah dari 2012 sampai 2017 nanti, tetapi jabatan itu bukan penghalang baginya untuk masih menjalankan aktifitas ibadah yang ia gemari.

Ya, sebutan Mukhlis Basyah, S.Sos menghebohkan dunia maya seusai seorang jamaah jum’at di suatu  masjid mengambil gambar saat sang kepala daerah itu menjadi muazzin.

Dari akun Facebook yang bermama Teuku Wildan,  ia mengunduh beberapa gambar saat Bupati Aceh Besar itu mengumandangkan Azan, tepatnya didepan mimbar yang biasa dinaiki khatib untuk membacakan khutbah jum’at.

Berbagai pemakai media sosial Facebook memandang ini merupakan suatu  contoh yang baik, tetapi sebagiannya juga berpendapat ini faktor biasa-biasa.

Nah, sebagai umat islam, kita wajib berbaik sangka terhadap siapa saja yang berbuat kebaikan. Semoga apa yang diperbuat Bupati itu menjadi contoh bagi pemimpin-pemimpin lainnya, serta bisa melukiskan bagi siapa saja, yang bahwa azan merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW. Amin!



Sumber : muslimterbaru.com
Share:

Ini Dia Fitnah Akhir Zaman, Pagi Beriman, Sore Menjadi Kafir

Info Mekkah News - Salah satu sunnatullah yang berlaku pada manusia adalah tak sedikitnya isyarat serta tanda yang mengiringi sebuahkejadian. Momen gunung meletus dapat diketahui dari turunnya beragam binatang buas dari puncak-puncak gunung. Gempa bumi dapat ditandainya tak sedikitnya katak yang berkumpul di sebuahtempat yang tak sewajarnya. Gelombang tsunami dapat dilihat dari surutnya air laut dengan cara tiba-tiba dalam kadar yang fantastis. Banjir bandang alias bencana alam lainnya pun para ilmuan telah dapat memprediksi kejadiannya dengan menonton tanda serta isyarat yang mengiringinya. Begitulah kebijakan serta kemahaadilan Allah Subhanahu Wata’ala atas makhluk-Nya.

Sumber : mimbar-rakyat.com

Bila untuk momen bencana yang lazim terjadi Allah memberbagi tanda-tanda supaya manusia punya peluang menyelamatkan dirinya, pastinya untuk kiamat yang teramat dahsyat momennya lebih pantas untuk diberbagi tanda serta isyaratnya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam sebagai nabi terbaru telah memberbagi tak sedikit isyarat serta tanda menjelang dekatnya akhir zaman serta datangnya kiamat besar. Riwayat-riwayat itu bercerita mengenai fitnah, petaka, huru-hara, peperangan serta pembunuhan.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ وَاضْرِبُوا سُيُوفَكُمْ بِالْحِجَارَةِ فَإِنْ دُخِلَ يَعْنِي عَلَى أَحَدٍ مِنْكُمْ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَيْ آدَمَ

“Sesungguhnya, menjelang terjadinya Kiamat ada fitnah-fitnah semacam sepotong malam yang gelap gulita, pada pagi hari seseorang dalam kondisi beriman, tetapi pada sore hari ia menjadi kafir, sebaliknya pada sore hari seseorang dalam kondisi beriman, tetapi dipagi hari ia dalam kondisi kafir. Orang yang duduk pada masa itu lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, serta orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat. Maka, patahkan busur kalian, putus-putuslah tali kalian, serta pukullah pedang anda dengan batu, apabila salah seorang dari anda kedatangan fitnah-fitnah ini, hendaklah ia bersikap semacam anak paling baik di antara dua anak Adam (yakni bersikap semacam Habil, jangan semacam Qabil–pent).”  [HR. Abu Dawud (4259), Ibnu Majah (3961) Al-Fitan, Ahmad (19231), serta Hakim]

Dalam sebuah hadits disebutkan: “Ketahuilah, sesungguhnya fitnah itu dari sini, fitnah itu dari sini, dari arah terbitnya tanduk setan.”  [HR. Bukhari (3279) Bad’ul-Khalqi, Muslim Al-Fitan wa Asyrathu’s-Sa’ah]

Secara bahasa fitnah dapat bermakna ujian, cobaan, bala’, bencana serta siksaan. Pada riwayat di atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam memberbagi peringatan terhadap umatnya supaya mewaspadai adanya fitnah yang dapat menggoncang keimanan mereka.

Penggambaran fitnah laksana potongan malam yang amat pekat itu menunjukkan alangkah berat serta berbahayanya fitnah itu. Ini adalah peringatan penting bagi setiap Muslim, bahwa tak sedikitnya fitnah yang menyebabkan seseorang murtad adalah tanda dekatnya akhir zaman.

Mengenai fitnah yang dapat membikin kaum Muslimin terperosok pada kekufuran seusai keimanannya diperkuat dalam riwayat yang membahas mengenai kemunculan fitnah duhaima’. Riwayat mengenai fitnah duhaima’ bercerita mengenai masa-masa yang bakal dihadapi oleh kaum Muslimin menjelang keluarnya Dajjal untuk menebar fitnah serta huru-hara.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: “Seusai itu bakal terjadi fitnah Duhaima’, yang tak membiarkan seorang pun dari umat ini kecuali bakal ditamparnya dengan tamparan yang keras. Ketika orang-orang berkata, “Fitnah telah berakhir”, nyatanya fitnah itu tetap saja terjadi. Di waktu pagi seseorang dalam kondisi beriman, tetapi di waktu sore ia telah menjadi orang kafir. Akhirnya manusia terbagi menjadi dua golongan: golongan beriman yang tak ada kemunafikan sedikit pun di antara mereka, serta golongan munafik yang tak ada keimanan sedikit pun di antara mereka. Apabila faktor itu telah terjadi, maka tunggulah munculnya Dajjal pada hari itu alias keesokan harinya.”  [HR. Abu Dawud no. 3704, Ahmad no. 5892, serta Al-Hakim no. 8574. Dishahihkan oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi]

Hadits di atas mengisyaratkan hakikat fitnah Duhaima’ bakal meluas mengenai seluruh umat ini. Meskipun manusia menyebutkan fitnah tersebut telah berhenti, ia bakal semakin berjalan serta bahkan mencapai puncaknya.

Beliau menerangkan mengenai efek yang ditimbulkan oleh fitnah ini, yaitu munculnya sekelompok manusia yang di waktu pagi tetap mempunyai iman, tetapi di sore hari telah menjadi kafir. Ini adalah sebuah fotoan mengenai kedahsyatan fitnah tersebut. Fitnah ini bakal mencabut keimanan seseorang hanya dalam bilangan hari, serta ini juga adalah sebuah fotoan alangkah cepatnya kondisi seseorang itu berubah.

Mengenai hakikat dari fitnah ini, ada dua fotoan yang paling mendekati bentuknya, yaitu fitnah demokrasi sekuler liberal serta fitnah perang global melawan terorisme. Kedua fenomena ini adalah wujud yang paling mendekati semua ciri yang termuat pada fitnah Duhaima’.

Kedua fitnah ini pula yang paling berpotensi menjadikan seorang tetap beriman di pagi hari tetapi tanpa sadar menjadi kafir di sore hari.

Mengapa demikian?

Apabila fitnah kegelapan Duhaima’ itu ada pada ideologi demokrasi sekuler, maka fenomena yang paling nyata pada fitnah ini adalah penolakan terhadap hukum Allah. Seorang yang masuk dalam perangkap fitnah ini dapat tervonis kafir lantaran menolak syari’at Allah serta menjadikan suara mayoritas yang menentang hukum Allah sebagai dasar hukum yang konstitutif.

Sedangkan pada permasalahan perang global atas terorisme maka mereka yang masuk dalam barisan musuh musuh Allah untuk memerangi kaum Muslimin dapat terancam vonis kafir. Karena hakikat perang atas terorisme yang disuarakan oleh Amerika serta sekutunya adalah perang terhadap syari’at Islam serta penegakknya. Maka, siapapun yang bergabung dalam barisan musuh untuk memerangi kaum Muslimin, sungguh ia telah meperbuat hal-hal yang mengabolisi keislamannya.

Demikanlah dahsyatnya fitnah Duhaima’, fitnah akhir zaman yang membikin orang berbolak balik hatinya. Ekstrimnya, mereka yang terperangkap dalam fitnah ini pagi hari tetap membaca Al-Qur’an di masjid, tetapi di sore hari telah meperbuat kebaktian di gereja. Di pagi hari tetap menutup aurat dengan jilbabnya, tetapi di sore hari telah berganti pakaian ala bintang film barat yang menyingkat auratnya.



Sumber : hidayatullah.com
Share:

Diakhir Zaman, Ka'bah Akan Di Hancurkan Oleh Seorang Berkaki Bengkok Berkebangsaan Habasyah

Info Mekkah News - Banyak riwayat yang menguatkan mengenai bakal runtuhnya Ka’bah di akhir zaman. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ka’bah bakal diruntuhkan oleh seorang yang berkaki bengkok berkebangsaan Habasyah.”

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pertidak sedikitlah meperbuat thawaf di Baitullah semampu anda sebelum anda dihalangi untuk meperbuatnya, seakan-akan aku menontonnya sedang meperbuat faktor tersebut. Tanda-tandanya: berkepala serta bertelinga kecil, dirinya menghancurkan Ka’bah dengan beliungnya.”
Sumber : lensaindonesia.com

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tandanya orang tersebut berkulit hitam, kakinya bengkok (semacam letter O), dirinya meruntuhkan batu dinding Ka’bah satu per satu.”

Diriwayatkan dari Sa’id bin Sam’an radhiallahu ‘anhu, bahwa dirinya mendengar Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bercerita terhadap Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu, bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang laki-laki (Imam Mahdi) bakal dibai’at di antara aspek (tempat Hajar Aswad) serta Maqam Ibrahim, serta Ka’bah tidak bakal dirusak kehormatannya melainkan oleh orang Arab sendiri, serta bila mereka sudah merusak kehormatan Ka’bah, maka itulah saatnya kehancuran bangsa Arab, kemudian datang orang-orang Habasyah meruntuhkan Ka’bah yang seusai itu tidak sempat dibuat kembali selama-lamanya, serta merekalah yang menggali harta yang terpendam di dalamnya.”

Hadis di atas tidak bermengenaian dengan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebuah pasukan hendak menyerang Ka’bah, hingga ketika mereka berada di suatu  padang pasir, semua pasukan ditenggelamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala ke dalam bumi.”

Ibnu Hajar dalam bukunya “Fath al-Bari” dalam bab: runtuhnya Ka’bah, mengatakan: “Hadis-hadis di atas membahas bakal terjadinya agresi terhadap Ka’bah. Penyerang pertama dimusnahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum mereka hingga ke Ka’bah, serta agresi kedua dibiarkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, semacamnya penyerang yang dimusnahkan terjadi lebih awal.”

Dan jangan hingga muncul pertanyaan: Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah menggagalkan agresi tentara bergajah terhadap Ka’bah padahal saat itu Ka’bah belum menjadi kiblatnya umat Islam, maka mana mungkin Allah Subhanahu wa Ta’ala membiarkan bangsa Habasyah menghancurkannya seusai Ka’bah menjadi kiblatnya umat Islam?

Pertanyaan ini tidak bakal muncul, andai dijelaskan bahwa momen runtuhnya Ka’bah bakal terjadi kelak di akhir zaman menjelang kiamat terjadi. Di waktu itu tidak ada seorang pun di permukaan bumi yang mengucapkan, “Allah! Allah”, semacam yang disebutkan dalam shahih Muslim: “Kiamat tidak bakal terjadi hingga tidak ada lagi orang yang mengucapkan, “Allah! Allah.” [Sumber: Sejarah Kota Mekah oleh Syaikh Syaifurrahman Mubarakfury]


Sumber : islampos.com
Share:

Ini Dia Fitnah Ya'juj Dan Ma'juj, Si Perusak Bumi Di Akhir Zaman

Info Mekkah News - Sebagaiman yang telah kita ketahui bersama bahwa Ya’juj serta Ma’juj adalah sosok manusia yang bakal keluar di akhir zaman dari kurungan yang di buat oleh Nabi Zulkarnain. Ya’juj serta Ma’juj di indentikkan dalam al-Quran sebagai manusia yang membikin kerusakan di muka bumi, sebagaimana di jelaskan dalam al-Quran surah al-Kahfi ayat 94: Mereka mengatakan: “Wahai Zulkarnain, Sesungguhnya kaum Ya'juj serta Ma'juj sentiasa meperbuat kerusakan di bumi; oleh itu, setujukah kiranya Kami menentukan sejumlah bayaran kepadamu (dari hasil pendapatan kami) Dengan syarat Engkau membangun suatu  tembok di antara Kami Dengan mereka?”

Sumber : islampos.com
Maka dari ayat di atas bisa diambil suatu  analisa mengenai perkataan fasad yang di tujukan terhadap Ya’juj serta Ma’juj sebagai sekelompok manusia yang melalaikan tuntunan ilahi dalam kenasibannya. Apabila manusia tetap percaya terhadap tuhan pasti ia bakal mengikuti aturan ilahi dalam kenasibannya. Maka dari sinilah penulis mengambil suatu  kesimpulan bahwa Ya’juj serta Ma’juj adalah manusia yang tidak bertuhan alias dalam istilah ilmiah disebut dengan atheisme. Jadi fitnah Ya’juj serta Ma’juj di akhir zaman difotokan dalam al-Quran sebagai peringatan terhadap umat manusia. Apabila Ya’juj serta Ma’juj keluar mereka bakal mengangkat fitnah terhadap manusia. Jadi umat Islam bakal berperang melawan Ya’juj serta Ma’juj di akhir zaman.

Fitnah atheime inilah yang dibawa oleh ya’juj serta ma’juj keseluruh penjuru dunia, dengan kekuasaan serta kekuatan Ya’juj serta Ma’juj memaksakan kehendak mereka terhadap seluruh umat manusia baik Yahudi, Kristen, Islam serta lain-lain. Sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surah al-Ambiya ayat 96: “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj serta Ma’juj, serta mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.”

Apabila tembok Ya’juj serta Ma’juj telah terbuka maka mereka bakal menyebar ke seluruh tempat yang tinggi. Ibnu Katsir membahas maksudnya adalah Ya’juj serta Ma’juj bakal mengangkat kerusakan dengan sangat cepat ke seluruh penduduk bumi. Jadi hampir seluruh manusia menimpa fitnah Ya’juj serta Ma’juj. Maka tidak ada kerusakan yang terbesar tidak hanya fitnah atheisme. Suatu  fitnah yang menjadikan manusia abadi sebagai penghuni neraka. Fitnah atheisme menjadikan manusia tidak mengakui tuhan dalam kenasiban alias lebih mudahnya dikatakan sebagai tatanan dunia tidak bertuhan.

Adapun fitnah atheisme yang dibawa oleh ya’juj serta ma’juj adalah sistem sekulerisme yang diterapkan sekarang ke seluruh penjuru dunia tidak ada satu negara pun yang bisa menghindar dari fitnaj Ya’juj serta Ma’juj teresebut. Sekulerisme adalah suatu  tatanan dunia yang tidak mengakui tuhan dalam mengatur kenasiban manusia. Jadi lahirlah anak turunan dari sekulerisme semacam dalam bidang ekonomi disebut dengan kapitalisme serta sosialisme, sedangkan dalam bidang politik disebut dengan demokrasi. Sistem demokrasi adalah sistem yang tidak mengakui tuhan dalam mengatur kenasiban manusia, jadi dalam sistem demokrasi kedaulatan serta kekuasaan paling atas berada di tangan rakyat bukan Allah SWT. Rakyat yang berhak menentukan aturan nasib manusia melewati wakil-wakilnya di parlemen. Apabila parlemen menetapkan hukum zina suka sama suka adalah halal maka menjadi halal ia jadi masyarakat yang melanggarnya leluasa hukuman. Inilah fitnah Ya’juj serta Ma’juj yang telah tersebar ke seluruh penjuru dunia, jadi menyebabkan manusia menjadi pengikut ya’juj serta ma’juj tanpa di sadari.

Dari abu said al-Khudri dari Rasulullah beliau bersabda, Allah berfirman wahai Adam lalu Adam menjawab aku sambut panggilan mu ya Allah, serta dengan tersanjung aku menerima perintah mu segala kebaikan berada di tangan mu. kemudian Allah berfirman: keluarkanlah pasukan pakar neraka. Adam bertanya apakah pasukan pakar neraka itu? Allah berfirman 1000 ada 999 yang masuk neraka maka ketika itu anak-anak kecil rambutnya mendadak beruban, setiap yang hamil melahirkan kandungannya serta kalian lihat manusia sama mabuknya padahal mereka tidak mabuk melainkan hanya azab Allah itu pedih. Para sahabat bertanya wahai rasulullah bagaimana posisi kami kalau yang bukan pasukan neraka itu hanya satu orang di antara seribu orang? beliau menjawab bergembiralah sebab di antara kalian hanya seorang yang masuk surga sedangkan dari ya’juj serta ma’juj seribu orang yang masuk neraka (sahih Bukhari).

Hadis di atas membahas mengenai keadaan manusia di saat tembok Ya’juj serta Ma’juj telah hancur kemudian mereka menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan mengangkat fitnah yang sangat besar. Jadi hampir semua manusia menjadi penghuni neraka kecuali hanya sedikit saja yang terbebas dari fitnah tersebut. Kemudian dalam hadis yang lain Rasulullah membahas mengenai fitnah ya’juj serta ma’juj yang bakal menimpa bangsa Arab sebagaimana dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Zainab Binti Jahsh (isteri Nabi SAW), membahas; “Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian beliau bersabda; “Tiada Tuhan tidak hanya Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) telah dibukanya penutup Ya`juj serta Ma`juj semacam ini!” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 alias 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kami bakal dihancurkan mesikipun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Apabila tidak sedikit kejelekan.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari serta Muslim).

Pada masa Rasulullah pintu ya’juj serta ma’juj telah terbuka namun hanya sedikit, rasulullah membikin lingkaran jarinya. Sekarang kami telah melewati masa dari zaman rasulullah sampai sekarang telah 1400 tahun, apakah kami tetap saja berkeyakinan tembok ya’juj ma’juj tetap belum runtuh. Serta apa yang dijelaskan mengenai fitnah yang bakal menimpa bangsa Arab sangatlah telah terjadi kali ini, lihatlah apa yang terjadi di Mesir, Palestina, serta Suriah, ini adalah awal dari kehancuran bangsa Arab yang diperbuat oleh ya’juj serta ma’juj. Serta bakal datang kehancuran yang lebih besar di masa yang bakal datang sebagaimana nubuat Nabi SAW. [Zulfahmi, MA/Alumnus University of malaya]


Sumber : islampos.com
Share:

Friday, December 18, 2015

Ini Azab Bagi Para Pembohong Diakhir Zaman

Info Mekkah News - Sering sekali kami menemukan orang yang hanya sanggup berkata bakal namun tak sesuai dengan lakukanannya. Mereka seakan-akan benar dengan apa yang dilakukannya itu. Padahal, yang diucap serta dilakukan bertolak belakang. Faktor inilah yang membikinnya bakal merasakan pedihnya azab di akhir zaman. Karena, orang yang semacam ini sangat memenyesalkan orang lain serta dirinya sendiri, bahkan Allah pun sedih padanya.

Sumber : dakwatuna.com
Dari Usamah bin Zaid, ia mengatakan: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Akan didatangkan seseorang kemudian dirinya dilemparkan ke neraka. Maka dirinya di sana berputar semacam berputarnya keledai di tempat penggilingannya, sampai para penduduk neraka berkumpul mengelilinginya. Mereka mengatakan kepadanya, ‘Wahai Fulan bukankah engkau dulu di dunia yang menyuruh kami ke yang baik serta melarang kami dari yang mungkar?’”

Usamah mengatakan, dirinya menjawab, “Aku dulu menyuruh kalian terhadap yang baik (tapi) aku tak melakukannya. Serta aku melarang kalian dari yang kurang baik, (tapi) aku melakukannya,” (Shahiihul Jami’).

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pada malam Isra aku dibawa ke berbagai kaum yang lidah mereka dipotong dengan gunting api. Setiap kali berakhir dipotong, lidah itu kembali lagi.

Aku mengatakan, ‘Siapakah mereka itu, wahai Jibril?’ Jibril mengatakan, ‘Mereka merupakan para pembicara dari kalangan umatmu yang mereka mengucapkan apa yang tak mereka lakukan serta mereka membaca Kitabullah, tapi tak mengamalkannya’,” (Shahiihul Jami’: 128).



Sumber : Islampos.com
Share:

Untuk Anda Yang Suka Meninggalkan Shalat, Baca Ini Kalau berani

Info Mekkah News - ALLAH SWT memerintahkan terhadap kami selaku umat Muslim di dunia ini untuk senantiasa mengerjakan shalat lima waktu. Keharusan ini tidak bakal memakan waktu lama dalam sehari. Karena, jumlah rakaat yang terbukti saat ini terbilang sedikit serta waktunya pun di saat-saat santai, maka bakal lebih mempermudah kami untuk melaksanakannya.

Sumber : immkabbandung.wordpress.com
Meski begitu, nyatanya tetap tidak sedikit pula orang Muslim yang lalai bahkan meninggalkan keharusan yang satu ini. Padahal, segala bentuk kemudahan sudah Allah berbagi. Serta harus kami ingat, bahwasanya Allah tidak bakal memerintahkan sesuatu apabila tidak ada kandungan kegunaaan di dalamnya. Serta bakal benar-benar menyesal apabila kami meninggalkannya.

Tahukah Anda, bahwa orang yang meninggalkan shalat itu bakal memperoleh kehinaan. Baik itu di dunia maupun di akhirat. Apa sajakah bentuk kehinaan yang bakal mereka terima?

Di Dunia :

1. Allah SWT menghapus berkah dari usaha serta rezekinya.
2. Allah SWT mencabut Nur orang-orang mukmin (shaleh) dari pada (wajah)nya.
3. Maka bakal dibenci oleh orang-orang yang beriman.


Di saat Sakaratul Maut :

1. Ruh dicabut ketika berada di dalam keadaan yang sangat haus.
2. Bakal merasakan azab yang amat pedih ketika ruh dicabut keluar.
3. Maka bakal meninggal dunia dengan tutorial yang kurang baik (su’ul khatimah).
4. Bakal dirisaukan serta bakal hilang imannya.

Saat sakaratul Main :

1. Bakal merasa sulit (untuk menjawab) terhadap pertanyaan (serta meneriman hukuman) dari Malaikat Mungkar serta Nakir yang sangat menakutkan.
2. Kuburnya bakal menjadi sangat gelap.
3. Kuburnya bakal menghimpit jadi semua tulang-tulang rusuknya berkumpul (semacam jari berjumpa jari).
4. Siksaan oleh binatang-binatang berbisa semacam ular, kalajengking serta lipan.

Malaikat Jibril AS, sudah menemui Nabi Muhammad SAW, serta mengatakan, “Ya Muhammad… Tidaklah diterima bagi orang yang meninggalkan shalat yaitu: Puasanya, shadaqahnya, zakatnya, hajinya serta amal baiknya.”

Dan orang yang meninggalkan shaat bakal diturunkan kepadanya tiap-tiap hari serta malam seribu laknat serta seribu murka. Begitu juga para malaikat di langit ke-7 bakal melaknatnya. []


Sumber : Islampos.com
Share:

Thursday, December 17, 2015

Inilah 4 Tanda Shalat Kita Diterima Allah Swt

Info Mekkah News - Dalam hadits Qudsi disebutkan tentang orang-orang yang diterima shalatnya oleh Allah Swt,

"Sesungguhnya Aku (Allah SWT) hanya bakal menerima shalat dari orang yg dengan sholatnya itu dirinya merendahkan diri di hadapan-Ku.

Sumber : Tapaqquhstreaming.com
Dia tak arogan dengan makhluk-Ku yg lain. Dirinya tak mengulangi maksiat kepada-Ku. Dirinya menyayangi orang-orang miskin serta orang-orang yang menderita.

Aku bakal tutup shalat orang itu dengan kebesaran-Ku. Aku bakal menyuruh malaikat untuk menjaganya. Serta kalau dirinya berdoa kepada-Ku, Aku bakal memperkenankannya. Permisalnyaan dirinya dengan makhluk-Ku yang lain merupakan semacam permisalnyaan firdaus di surga."

Dalam hadis qudsi tersebut disebutkan bahwa tanda-tanda orang yang diterima shalatnya oleh Allah Swt., merupakan:

PERTAMA :

Dia datang untuk melaksanakan shalat dengan merendahkan diri kepada-Nya. Dalam Al-Quran, keadaan semacam itu disebut dengan khusyu'. Serta shalat yang khusyu' merupakan salah satu tanda orang yang mukmin. Yang disebut dengan shalat yang khusyu' itu bukan yang tak ingat apa pun. Sebab orang yang tak ingat apa pun itu disebut pingsan.

Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib, apabila hendak melakukan sholat, tubuhnya gemetar serta wajahnya pucat pasi. Jadi ketika ada orang yg bertanya kepadanya, "Mengapa Kamu ya Amirul Mukiminin?" Ali menjawab, "Engkau tak tahu bahwa sebentar lagi aku bakal menghadapi waktu amanah." Kemudian, Ali membacakan sebuah ayat Al-Quran:

"Sesungguhnya Kita telah memperkenalkan amanat terhadap langit, bumi, serta gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu serta mereka khawatir bakal mengkhianatinya. Serta dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim serta amat bodoh." (QS 33: 72)

Kemudian Ali melanjutkan ucapannya, "Shalat merupakan sebuahamanat Allah yang sempat ditawarkan terhadap langit, bumi, serta bukit untuk memikulnya. Namun, mereka menolaknya serta hanya manusia yang mampu memikulnya. Memikul amanat berarti berbakti kepadaNya."

KEDUA :

Dia tak arogan dengan makhluk-Ku yang lain. Jadi, tanda orang yang diterima shalatnya ialah tak takabur. Takabur, menurut Imam Al-Ghazali, ialah sifat orang yang merasa dirinya lebih besar daripada orang lain. Kemudian ia memandang enteng orang lain itu. Boleh jadi ia bersikap demikian dikarenakan ilmu, amal, keturunan, kekayaan, anak buah, alias kecantikannya.

Kalau Kamu merasa besar sebab mempunyai hal-hal itu serta memandang enteng orang lain, maka Kamu telah takabur. Serta shalat Kamu tak diterima. Bahkan dalam hadis lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

"Takkan masuk surga seseorang yang dalam hatinya ada rasa takabur mesikipun sebesar debu saja."

Biasanya masyarakat bakal menjadi rusak kalau di tengah-tengah masyarakat itu ada orang yang takabur. Kemudian takabur itu ditampakkan untuk mendapatkan perlakuan yg istimewa. Serta anehnya, tak jarangkali sifat takabur ini menghinggapi para aktivis masjid alias aktivis kegiatan keagamaan. Mereka biasanya takabur dengan ilmunya serta berpendapat dirinya paling benar.

KETIGA :

Tanda orang yang diterima shalatnya ialah orang yang tak mengulangi maksiatnya terhadap Allah Swt. Nabi bersabda, "Barangsiapa yang shalatnya tak rnencegahnya dari kejelekan serta kemungkaran, maka shalatnya hanya bakal menjauhkan dirinya dari Allah Swt." Dalam hadis yang lain, Rasulullah Saw. bersabda:

"Nanti, pada Hari Kiamat, ada orang yang mengangkat shalatnya di hadapan Allah Swt. Kemudian shalatnya diterima serta dilipat-lipat semacam dilipat-lipatnya pakaian yang kotor serta usang. Lalu sholat itu dibantingkan ke wajahnya."

Allah tak menerima shalat itu sebab shalatnya tak bisa mencegah lakukanan maksiatnya seusai ia melakukan maksiat tersebut. Bukankah Al-Quran telah mengatakan, "...Sesungguhnya shalat mencegah dari lakukanan-lakukanan keji serta mungkar..." (QS 29:45).

KEEMPAT :


Orang yg diterima shalatnya ialah orang yang menyayangi orang-orang miskin. Kalau diterjemahkan dengan kalimat modern, faktor ini berarti orang yg mempunyai solidaritas sosial. Dirinya bukan hanya melakukan rukuk serta sujud saja, namun dirinya juga memikirkan penderitaan sesamanya. Dirinya menyisihkan sebagian waktu serta rezekinya untuk memtersanjungkan orang lain.

Kalau dalam shalat Anda, Kamu telah merasakan keagungan Allah serta tak takabur; serta kalau Kamu telah tak mengulangi lakukanan maksiat setelah shalat; serta kalau Kamu telah mempunyai perhatian yang besar terhadap kesejahteraan orang lain, maka Allah bakal melindungi Kamu dengan jubah kebesaran-Nya.

Allah bakal memberi terhadap Kamu kemuliaan dengan kemuliaan-Nya, serta membungkus Kamu dengan busana kebesaran-Nya. samping itu, Allah bakal menyuruh para malaikat untuk menjaga Anda; serta para malaikat itu bakal mengatakan sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran,

"Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kenasiban dunia serta akhirat. Didalamnya kamu bakal mendapatkan apa yang kamu inginkan serta mendapatkan (pula) di dalamnya apa yang telah dijanapabilan oleh Allah kepadamu" (QS 41: 31)



Sumber : jibreelindonesia
Share:

Tuesday, December 1, 2015

Pertempuran Antara Iblis dan Umar bin Khattab

Semuanya pasti mengetahui bahwa keahlian dan hobinya Iblis adalah untuk menggoda manusia. Tapi, tahukah kalian bahwa ada seorang manusia digdaya yang paling ditakuti Iblis.

Sampai-sampai ketika namanya saja disebut, maka iblis akan lari tunggang langgang. Tak hanya itu, setiap kali adalah tulisan namanya, iblis lari terbirit-birit seakan tak mau lagi berpapasan dengannya.

Siapakah beliau?
Beliau adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Umar bin Khattab.

Umar bin Khattab adalah salah satu orang yang mampu mengalahkan setan dalam pertempuran. Beliau adalah salah satu dari empat khalifah yang terkenal tegas, bijaksana dan ditakuti.

Bagaimaan bisa Jin takut dengan sosok Umar bin Khattab? Berikut ini kisahnya.





Kisahnya


Pada suatu hari, di sebuah jalan di kota Madinah, Umar bin Khattab bertemu dengan salah satu jin yang mengaku dirinya paling kuat diantara kawan-kawannya.

Tak berapa lama kemudian, perkelaian pun terjadilah antara Jin dan Umar bin Khattab. Dengan perlawanan yang singkat saja, jin bisa dikalahkan dengan mudah.
Meskipun sudah menerima kekalahan, namun iblis tersebut belum juga putus asa.

Ketika kembali bertemu dengan Umar bin Khattab lagi, Umar bertanya kepada lelaki jin tersebut.
"Kenapa lengan jin itu kurus mirip seperti lengan anjing?"

Jin menjawab,
"Aku adalah jin yang paling kuat diantara jin sebangsaku."

Kemudian jin tersebut menantang Umar bin Khattab karena pada pertarungan pertama, jin kalah dari Umar sehingga ia merasa tidak puas sama sekali.

Akan tetapi, Umar bin Khattab masih terlalu kuat dan tangguh untuk jin tersebut. Jin langsung terkapar setelah beberapa jurus saja.

Jin Dilepas dengan Syarat


Dalam sebuah riwayat, Umar bin Khattab sangat geram dengan ulah jin ini. Sehingga Umar bin Khattab berkata,
"Aku tidak akan melepaskanmu kecuali kalian memberitahukan kepadaku sesuatu yang bisa melindungi dari kalian."



Dengan sangat ketakutan, jin menjawab dengan tegas dan pasti,
"Ayat Kursi."

Karena jin sudah memberitahukan bagaimana cara manusia untuk melindungi diri dari iblis, maka Umar bin Khattab pun melepaskannya.

Sungguh hebat sahabat Nabi SAW yang satu ini, selain disegani oleh manusia, namun juga disegani oleh bangsa jin.
Share:

Sunday, November 1, 2015

Dialog Nabi Khidir dan Raja yang Sombong

Khidir adalah salah satu nabi Allah SWT yang diperkirakan masih hidup sampai sekarang ini. Nabi Khidir telah banyak membantu menyadarkan manusia dari sifat-sifat yang dibenci Allah SWT.

Kisah yang terkenal dalam dunia Islam adalah kisahnya Nabi Khidir dan Nabi Musa as. Kala itu, Nabi Musa as agak terlupa bahwa di dunia ini masih ada banyak orang yang melebihi dia.

Maka didatangkanlah Nabi Khidir as.

Nabi Khidir as (ilustrasi)

Pada akhirnya, Nabi Musa as berguru kepada Nabi Khidir as dengan syarat harus bersabar ketika bersamanya dengan beliau. Namun apa yang terjadi, seorang nabi saja tak mampu memegang sifat sabar seperti Nabi Khidir as.

Sungguh hebat, Nabi Musa as akhirnya tak jadi berguru kepada Nabi Khidir as karena tidak kuasa menahan sepak terjang Nabi Khidir as yang telah dianggapnya tidak berperikemanusiaan.

Ada satu kisah lagi yang hebat, ketika Nabi Khidir menyadarkan seorang raja yang angkuh, hingga akhirnya raja tersebut menjadi manusia insan kamil yang disegani.



Bagaimana kisahnya?

Berikut Kisahnya


Kisah ini bersumber pada kitab Tazkirat Al Aulia, sebuah kitab hasil karya dari Syeikh Farid Ad Din Attar.

Dahulu kala sebelum Ibrahim bin Adham menjadi ulama sufi yang terkenal, beliau adalah seorang raja yang sangat luas kekuasaannya dan hingga tiba pertemuannya dengan Nabi Khidir as.

Dikisahkan pada suatu hari seperti biasanya, Ibrahim bin Adham berada di atas singgasananya, guna mendengarkan keluh kesah rakyatnya.

Namun, pada hari itu, lain dari biasanya karena para menteri dan rakyat melihat perubahan yang terjadi secara tiba-tiba pada diri raja mereka.

Perubahan terjadi karena ada seseorang yang misterius masuk ke pertemuan tersebut. Wajahnya begitu menakutkan sehingga tak ada seorang pun yang berani menegur dan menyakan keperluannya.




Dialog Nabi Khidir dan Ibrahim bin Adham


Kejadiannya begitu cepat dan tak ada yang berani mencegahnya untuk masuk pertemuan negara tersebut. Lelaki misterius tersebut kemudian langsung menghadap Raja Ibrahim bin Adham.

"Apakah yang engkau inginkan?" tanya Ibrahim.
"Aku baru saja sampai, berilah istirahat sejenak," jawab lelaki misterius itu.
"Wahai orang asing, ini bukanlah tempat persinggahan kafilah. Ini istanaku. Perilakumu itu seperti orang gila saja," cerca Ibrahim dengan nada tinggi.

Akan tetapi lelaki misterius itu tak mau tinggal diam. Ia malah balik bertanya,
"Siapa pemilik istana ini sebelum engkau?"
"Ayahku," jawab Ibrahim.
"Sebelum ayahmu?" tanya lelaki misterius itu lagi.
"Kakekku," jawab Ibrahim kesal.

"Sebelum kakekmu siapa pemiliknya?" tanya lelaki misterius itu.
"Ini warisan dari keluarga kakekku," jawab Ibrahim dengan nada emosi.

"Kemanakah mereka sekarang ini?" tanya lelaki misterius yang tak menunjukkan rasa takut sama sekali.
"Mereka telah meninggal dunia," jawab Ibrahim.
Lazada Indonesia
"Jika demikian, tidakkah ini sebuah persinggahan yang diduduki oleh seseorang kemudian ditinggalkannya dan diganti oleh yang lain pula?" jelas lelaki misterius tersebut.

Mendengar penjelasan tersebut, Ibrahim bin Adham tersentak kaget.

Namun sebelum Ibrahim sempat menjawab, lelaki misterius itu mundur ke belakang dan tiba-tiba saja gaib menghilang di tengah kerumunan orang-orang.

Ibrahim tak menyadari bahwa lelaki misterius tersebut adalah Nabi Khidir as karena pada pertemuan selanjutnya Nabi Khidir as mengakuinya.

Wallahu A'lam...
Share:

Wednesday, October 28, 2015

Syekh Junaid Al-Baghdadi sabar ketika digoda seorang wanita

Para pengunjung blog Hikmah Kehidupan yang terhormat pada kesempatan kali ini kami ingin menampilkan kisah salah satu ulama sufi yang termashur di zamannya yaitu Syekh Junaid Al-Baghdadi sebagai berikut;


Syekh Junaid Al-Baghdadi adalah seorang ulama sufi dan wali Allah yang paling menonjol namanya di kalangan ahli-ahli sufi. Tahun kelahiran Syekh Junaid tidak dapat dipastikan. Tidak banyak ditemui tahun kelahiran beliau pada biografi lainnya, namun diperkirakan lahir sekitar tahun 210 H. Beliau adalah orang yang pertama menyusun dan membahas tentang ilmu tasawuf dengan ijtihadnya. Banyak kitab-kitab yang menerangkan tentang ilmu tasawuf berdasarkan kepada ijtihad Syekh Junaid Al-Baghdadi.
Sufi yang banyak dikagumi orang ini belajar ilmu-ilmu dasar kepada Sari al-Saqati (Paman dari pihak Ibu), yakni al-Qur'an, bahasa, sastra, dan terutama bidang sufisme. Selain pada belajar pada al-Saqati, ia juga belajar hadits dan fiqh pada Abu Thawr, seorang faqih di Baghdad, serta belajar sufisme pada Syekh Harits Al-Muhasibi.
Syekh Junaid Al-Baghdadi dikenal banyak kelebihan dan karamah. Di antaranya ialah pengaruh beliau yang sangat kuat setiap kali menyampaikan ceramah. Masjid dipenuhi oleh ahli-ahli falsafah, ahli kalam, ahli fikih, ahli politik dan sebagainya, yang hadir untuk mendengarkan ceramah sang Imam. Meskipun begitu, beliau tidak pernah sombong dan tidak pernah membanggakan diri atas kelebihan tersebut.
Ulama seperti Syekh Junaid Al-Baghdadi pun tak luput dari ujian dari Allah. Beliau menerima perlakuan tak menyenangkan dari beberapa orang musuhnya setelah pengaruhnya meluas di seluruh Baghdad. Mereka telah membuat fitnah untuk menjatuhkan reputasinya.. Musuh-musuhnya selalu berusaha menghasut khalifah di masa itu agar membenci Syekh Junaid Al-Baghdadi.
Tapi usaha mereka untuk menjatuhkan beliau selalu tidak berhasil.
Musuh-musuhnya tak segan-segan berusaha membuat sesuatu yang dapat memalukannya.
Pada suatu hari, mereka menyuruh seorang wanita cantik untuk menggoda Syekh Junaid Al-Baghdadi. Wanita itu pun mendekati Sang Syekh yang sedang tekun beribadah. Ia mengajak Syekh Junaid Al-Baghdadi agar melakukan perbuatan tercela. Dia merayu dan merayu, berusaha untuk menghentikan dzikir waliyullah tersebut. Dan, Syekh Junaid Al-Baghdadi tidak memedulikannya sama-sekali. Tak mengangkat kepala atau menolehnya. Beliau meminta pertolongan dari Allah agar terhindar dari godaan wanita tersebut. Dia tak ingin ibadahnya terganggu. Lalu, beliau melepaskan satu hembusan nafasnya ke wajah wanita itu sambil membaca kalimah Lailahailallah. Dengan takdir Allah, wanita cantik itu tersungkur ke tanah dan mati seketika.
Ketika mendengar berita kematian wanita penggoda tersebut, Khalifah memanggil Syekh Junaid Al-Baghdadi dan menuduhnya telah melakukan kejahatan. “Mengapa engkau membunuh wanita ini?” tanya Khalifah. “Saya bukan pembunuhnya. Bagaimana pula dengan keadaan tuan yang diamanahkan sebagai pemimpin untuk melindungi kami, tetapi tuan berusaha untuk meruntuhkan amalan yang telah kami lakukan selama 40 tahun,” jawab Al-Baghdadi.
Di samping terkenal dengan seorang sufi, Junaid Al-Baghdadi adalah seorang pengusaha hebat. Beliau selalu membagi-bagikan hasil perniagaannya kepada fakir-miskin. Namun, tentu saja waktu untuk berniaga hanya sebentar saja, karena beliau lebih mengutamakan pengajian bagi murid-muridnya. Kedainya selalu ditutup saat beliau mengajar. Lalu, setelah mengajar beliau akan kembali ke rumah untuk beribadah seperti shalat, membaca Al-Quran dan berdzikir. Setiap malam sufi besar ini memberi kuliah di masjid besar Baghdad. Jamaahnya sangat banyak, baik dari wilayah Baghdad atau daerah-daerah di luarnya.
Syekh Junaid Al-Baghdadi dalam sebuah kesempatan mengatakan, “Setiap jalan (tarekat) tertutup, kecuali bagi mereka yang sentiasa mengikuti perjalanan Rasulullah saw. Barangsiapa yang tidak menghafal al-Quran, tidak menulis hadis-hadis, tidak boleh dijadikan panutan dalam bidang tasawuf ini.”
Di waktu sebelum wafat, Syekh Al-Junaid telah menghatamkan bacaan Al-Qur'an kemudian memulakan lagi membaca Surah Al-Baqarah hingga 70 ayat. Sang Syeikh wafat pada hari Jum’at tahun 297 Hijiriah atau 910 Masehi. Beliau menghembuskan nafas di sisi As-Syibli, salah seorang muridnya. Konon, saat sahabat-sahabatnya hendak mengajar kalimat tauhid di telinganya, tiba-tiba Syekh Junaid membuka matanya dan berkata, “Demi Allah, aku tidak pernah melupakan kalimat itu sejak lidahku pandai berkata-kata.”
Demikian yang dapat kami tampilkan semoga bermanfaat bagi Para pengunjung blog Hikmah Kehidupan yang terhormat terimakasi atas kunjungannya sampai berjumpa lagi.
Share:

Saturday, September 26, 2015

Kisah Cinta Putri Pemimpin Para Nabi Zainab binti Rasulullah Saw


Assalamualaikum wr  wb. Pengunjung blog Hikmah Kehidupan yang berbahagia kali kami menapilkan artikel tentang Kisah Cinta Putri Pemimpin Para Nabi Zainab binti Rasulullah Saw sebagai berikut :



Cinta tak cukup untuk menyatukan dua manusia. Tatkala jalan telah berbeda, tak kan mungkin mereka saling bersama. Namun cahaya keimanan akan mempertemukan kembali yang telah terpisahkan sekian lama.

Tersebutlah kisah tentang putri pemimpin para nabi. Terlahir dari rahim ibundanya, seorang wanita bangan Quraisy, Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin ‘Abdil ‘Uzza bin Qushay Al-Qurasyiyyah radhiallahu ‘anhu, saat ayahnya memasuki usia tiga puluh tahun. Dia bernama Zainab radhiallahu ‘anha bintu Muhammad bin ‘Abdillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semasa hidup ibunya, sang putri yang menawan ini disunting oleh seorang pemuda, Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’ bin ‘Abdil ‘Uzza bin ‘Abdisy Syams bin ‘Abdi Manaf bin Qushay Al-Qurasyi namanya. Dia putra Halah bintu Khuwailid, saudari perempuan Khadijah. Ketika itu, Khadijah radhiallahu ‘anha menghadiahkan seuntai kalung untuk pengantin putrinya. Dari pernikahan itu, lahir Umamah dan ‘Ali, dua putra-putri Abul ‘Ash.

Tatkala cahaya Islam merebak, Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka hati Zainab radhiallahu ‘anha untuk menyambutnya. Namun, Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’ masih berada di atas agama nenek moyangnya. Dua insan di atas dua jalan yang berbeda…

Orang-orang musyrik pun mendesak Abul ‘Ash untuk menceraikan Zainab, namun Abul ‘Ash dengan tegas menolak mentah-mentah permintaan mereka. Akan tetapi, Zainab radhiallahu ‘anha masih pula tertahan untuk bertolak ke bumi hijrah.

Ramadhan tahun kedua setelah hijrah, terukir peristiwa Badr. Dalam pertempuran itu, terbunuh tujuh puluh orang dari pihak musyrikin dan tertawan tujuh puluh orang dari mereka. Di antara tawanan itu ada Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’.

Penduduk Makkah pun mengirim tebusan untuk membebaskan para tawanan. Terselip di antara harta tebusan itu seuntai kalung milik Zainab radhiallahu ‘anha untuk kebebasan suaminya. Ketika melihat kalung itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkenang pada Khadijah radhiallahu ‘anha yang telah tiada. Betapa terharu hati beliau mengingat putri yang dicintainya. Lalu beliau berkata pada para shahabat, “Apabila kalian bersedia membebaskan tawanan yang ditebus oleh Zainab dan mengembalikan harta tebusan yang dia berikan, lakukanlah hal itu.” Para shahabat pun menjawab, “Baiklah, wahai Rasulullah!”

Kemudian mereka lepaskan Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’ dan mengembalikan seuntai kalung Zainab yang dijadikan harta tebusan itu.

Ketika itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta Abul ‘Ash untuk berjanji agar membiarkan Zainab pergi meninggalkan negeri Makkah menuju Madinah. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Zaid bin Haritsah radhiallahu ‘anhu bersama salah seorang Anshar sembari berkata, “Pergilah kalian ke perkampungan Ya’juj sampai bertemu dengan Zainab, lalu bawalah dia kemari.”
Berpisahnya Zainab binti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas jalan Islam, meninggalkan suaminya yang masih berkubang dalam kesyirikan.

Menjelang peristiwa Fathu Makkah, Abul ‘Ash keluar dari negeri Makkah bersama rombongan dagang membawa barang-barang dagangan milik penduduk Makkah menuju Syam. Dalam perjalanannya, rombongan itu bertemu dengan seratus tujuhpuluh orang pasukan Zaid bin Haritsah yang diutus oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghadang rombongan dagang itu. Pasukan muslimin pun berhasil menawan mereka dan mengambil harta yang dibawa oleh rombongan musyrikin itu, namun Abul ‘Ash berhasil meloloskan diri.

Ketika gelap malam merambah, Abul ‘Ash dengan diam-diam menemui istrinya, Zainab bintu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, untuk meminta perlindungan.

Subuh tiba. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat berdiri menunaikan Shalat Shubuh. Saat itu, Zainab radhiallahu ‘anha berseru dengan suara lantang, “Wahai kaum muslimin, sesungguhnya aku telah memberikan perlindungan kepada Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’!”

Usai shalat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap pada para shahabat sembari bertanya, “Kalian mendengar apa yang aku dengar?” “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi, “Sesungguhnya aku tidak mengetahui apa pun sampai aku mendengar apa yang baru saja kalian dengar.”

Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui putrinya dan berpesan, “Wahai putriku, muliakanlah dia, namun jangan sekali-kali dia mendekatimu karena dirimu tidak halal baginya.” Zainab radhiallahu ‘anha menjawab, “Sesungguhnya dia datang semata untuk mencari hartanya.”

Setelah itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan pasukan Zaid bin Haritsah radhiallahu ‘anhu dan berkata pada mereka, “Sesungguhnya Abul ‘Ash termasuk keluarga kami sebagaimana kalian ketahui, dan kalian telah mengambil hartanya sebagai fai’ yang diberikan Allah kepada kalian. Namun aku ingin kalian berbuat kebaikan dan mengembalikan harta itu kepadanya. Akan tetapi kalau kalian enggan, maka kalian lebih berhak atas harta itu.” Para shahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami akan kembalikan harta itu padanya.”

Seluruh harta yang dibawa Abul ‘Ash kembali ke tangannya dan tidak berkurang sedikit pun. Segera dia membawa harta itu kembali ke Makkah dan mengembalikan setiap harta titipan penduduk Makkah pada pemiliknya. Lalu dia bertanya, “Apakah masih ada di antara kalian yang belum mengambil kembali hartanya?” Mereka menjawab, “Semoga Allah memberikan balasan yang baik padamu. Engkau benar-benar seorang yang mulia dan memenuhi janji.” Abul ‘Ash pun kemudian menegaskan, “Sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya! Demi Allah, tidak ada yang menahanku untuk masuk Islam saat itu, kecuali aku khawatir kalian menyangka bahwa aku memakan harta kalian. Sekarang setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala tunaikan harta itu kepada kalian masing-masing, aku masuk Islam.” Abul ‘Ash bergegas meninggalkan Makkah, hingga bertemu dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan Islam.

Enam tahun bukanlah rentang waktu yang sebentar. Akhir penantian yang sekian lama pun menjelang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengembalikan putri tercintanya, Zainab radhiallahu ‘anhu kepada suaminya, Abul ‘Ash bin Ar- Rabi’ radhiallahu ‘anhu, dengan nikahnya yang dulu dan tanpa menunaikan kembali maharnya. Dua insan kini bersama meniti jalan mereka …

Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan taqdir-Nya. Tak lama setelah pertemuan itu, Zainab bintu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali ke hadapan Rabb-nya, pada tahun kedelapan setelah hijrah, meninggalkan kekasihnya untuk selamanya.

Di antara para shahabiyyah yang memandikan jenazahnya, ada Ummu ‘Athiyyah Al-Anshariyah radhiallahu ‘anha. Darinya terpapar kisah dimandikannya jenazah Zainab radhiallahu ‘anha, sesuai perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan guyuran air bercampur daun bidara. Seusai itu, rambut Zainab radhiallahu ‘anha dijalin menjadi tiga jalinan. Jenazahnya dibungkus dengan kain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Putri pemimpin para nabi itu telah pergi…
Demikian artikel yang dapat kami berikan mudah-mudahan bermanfaat dan trimakasi atas kunjungannya  wasalamualaikum wr wb.
Share:

Rasul Dan Anak Yatim

Para pembaca blog Hikmah Kehidupan  yang terhormat pada kesempatan ini kami ingin menulis artikel Rasul Dan Anak Yatim dan betapa mulianya Nabi kita Muhammad Saw mudah-mudahan kita bisa mencontoh sedikit dari akhlaq beliau  dalam kisah berikut ini  :                                                                                                                



Dari Kitab “Durratun Nashihin (Mutiara Petuah Agama” diceritakan riwayat Anas bin Malik ra, Kisah yang terjadi di Madinah di zaman Rasulullah SAW, dimana pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri, Rasulullah SAW bersama keluarganya dan beberapa sahabatnya seperti biasanya mengunjungi rumah demi rumah untuk mendo’akan para muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminah agar merasa bahagia di hari raya itu.Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia di Hari Raya Ied tersebut, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba-tiba Rasulullah saw melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu yang telah usang.Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu.Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang putih sewangi bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suaranya yang lembut : “Anakku, mengapa engkau menangis? Bukankah hari ini adalah hari raya?”


Gadis kecil itu terkejut bukan kepalang. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan ia menjawab sambil bercerita : “Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Semua anak-anak bermain dengan riang gembiranya. Aku lalu teringat pada Ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikan aku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw membela Islam dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku sudah tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu untuk siapa lagi?”Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang beliau membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata: “Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan aku katakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku Rasulullah menjadi ayahmu?  … Dan apakah kamu juga ingin Ali menjadi pamanmu?. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu?…. dan Hasan dan Husein menjadi adik-adikmu? dan Aisyah menjadi ibumu ?. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?”


Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat di hadapannya.Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, orang tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya. Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yang lembut seperti sutra itu.Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga sejumlah uang  untuk hari raya. Lalu ia diantarnya gadis itu keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya :“Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab :“Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang paman, namanya Ali yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatima Az`Zahra, . Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia dan bangga memiliki adik adikku yang menyenangkan bernama Hasan dan Husein. Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya.”Maka anak-anak yang sedang bermain dengannya sampai berkata: “Ah, seandainya ayah-ayah kita mati terbunuh pada jalan Allah ketika perang itu, tentu kita akan begitu.”Syahdan tatkala Nabi saw meninggal dunia, anak kecil itu keluar seraya menaburkan debu ke atas kepalanya, meminta tolong sambil memekik: “Aku sekarang menjadi anak asing dan yatim lagi.” Maka oleh Ali Bin Abi Thalib kw (dalam riwayat lain ABu Bakar Ash Shiddiq ra) anak itu dipungutnya.
Allahumma shali ala Sayyidina Muhammad wa ala alii Sayyidina Muhammad… ana uhibuka yasayidi ya habibi ya Muhammad ibn Abdilah sholallah alai wasalam..
Hiiiks…..Hiiks (tanpa terasa air mataku meleleh sembari menulis kisah ini)

Share: