Thursday, September 19, 2013

Kisah Inspiratif Islami | Bersikap Baik dan Bijak

Di suatu sore, nampak Pertapa Muda bermeditasi di bawah pohon di tepi Sungai. Saat konsentrasi, tiba-tiba perhatiannya terpecah kala terdengar Gemericik air yang tidak beraturan.

Perlahan Ia buka mata & melihat ke sumber suara.

Ternyata, ada seekor Kepiting yang berusaha keras tuk raih tepian sungai agar tak hanyut oleh derasnya arus...
Melihat itu, sang Pertapa merasa iba, Ia'pun segera ulurkan tangan ke arah Kepiting.

Dengan SIGAP si Kepiting menjepit jari si Pertapa muda.

Meski jarinya terluka, hatinya SENANG karna bisa menyelamatkan si Kepiting.

Kemudian, Dia lanjutkan Pertapaannya. Namun saat Ia mulai bermeditasi, terdengar lagi suara yang sama dari tepi sungai.

Ternyata si Kepiting terpeleset kembali, dengan CEPAT si Pertapa kembali ulurkan tangan & biarkan jarinya di capit kembali.

Kejadian itu berulang, yang buat tangan si Pertapa Bengkak & membiru.

Ternyata ada seorang Kakek yang memperhatikan kejadian itu, lalu Beliaupun mendekati sang Pertapa.

"Anak muda, Perbuatanmu adalah cerminan HATIMU yang Baik. Tapi, mengapa demi menolong Kau biarkan capit Kepiting itu melukai tanganmu?" Ujar si Kakek.

"Kakek, biarlah tanganku terluka asal si Kepiting Selamat, karna hanya dengan mencapitlah caranya tuk selamat" Jawab si Pertapa

Kemudian sang Kakek memungut sebatang ranting. Ia lantas ulurkan ranting itu ke arah Kepiting yang terlihat kembali melawan arus. Si Kepitingpun menangkap ranting itu dengan capitnya.

"Lihatlah Pemuda, Melatih Sikap Belas Kasih itu memang BAIK, tapi harus BIJAK. Bila tujuan Kita Baik, tuk MENOLONG, mengapa Harus korbankan Diri Sendiri, Banyak Hal lain yang bisa di manfaatkan, kan?" Imbuh si Kakek.

Akhirnya si Pemudapun sadar.

"Terima kasih Kek atas segala Ilmu yang Berharga ini"

Berbuat Baik itu adalah PERBUATAN MULIA. Namun CARANYAPUN harus Baik & BIJAK.

Semoga bermanfaat.


Sumber : Strawberry

Share:

Wednesday, September 18, 2013

Kisah Inspirasi Islami | Kunci Surga Itu Bernama Kesetiaan

Pada suatu hari, Fathimah Radhiyallahu ‘anha (RA) bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, siapakah perempuan yang akan masuk surga pertama kali. Rasulullah menjawab, ”Seorang wanita yang bernama Mutiah.”

Tentu saja Fathimah terkejut. Ternyata bukan dirinya, seperti yang dibayangkannya. Mengapa orang lain, padahal dia adalah putri Nabi?...
Timbullah keinginan untuk mengetahui siapakah Mutiah itu. Apa gerangan yang diperbuatnya sampai mendapat kehormatan yang begitu tinggi?

Sesudah meminta izin kepada suaminya, Ali bin Abi Thalib RA, Fathimah berangkat mencari rumah Mutiah. Putranya yang masih kecil, Hasan, menangis ingin ikut. Maka digandengnya Hasan.

Tiba di depan rumah yang dituju, Fathimah mengetuk pintu, “Assalaamu’alaikum…!”

“Wa’alaikumsalaam. Siapa di luar?” terdengar jawaban dari dalam rumah. Suaranya cerah dan merdu.

“Saya Fathimah, putri Rasulullah.”

“Alhamdulillah, alangkah bahagia saya hari ini. Fathimah sudi berkunjung ke gubug saya,” terdengar kembali jawaban dari dalam, terdengar lebih gembira, dan makin mendekat ke pintu.

“Sendirian Fathimah?” tanya Mutiah.

“Aku ditemani Hasan.”

“Aduh, maaf ya,” suara itu seperti menyesal. “Saya belum mendapat izin untuk menemui tamu laki-laki.”

“Tapi Hasan masih kecil.”

“Meski kecil, Hasan laki-laki. Besok saja datang lagi, saya akan minta izin kepada suami saya.”

Sambil menggeleng-nggelengkan kepala, Fathimah akhirnya minta permisi.

Besoknya ia datang lagi. Kali ini Husain, adik Hasan, diajak juga. Bertiga dengan anak-anak yang masih kecil itu, Fathimah mendatangi rumah Mutiah.

Setelah memberi salam dan dijawab gembira, Mutiah bertanya dari dalam, “Jadi dengan Hasan? Suami saya sudah memberi izin.”

“Ya, dengan Hasan dan Husain.”

“Ha! Mengapa tidak bilang dari kemarin? Yang dapat izin cuma Hasan, Husain belum. Terpaksa saya tidak bisa menerima juga.”

Lagi-lagi Fathimah gagal bertemu.

Esok harinya barulah mereka disambut baik-baik oleh Mutiah. Keadaan rumah itu sangat sederhana. Tidak ada satu pun perabot mewah, namun semuanya teratur rapi.

Ada tempat tidur yang terbuat dari kayu kasar namun tampak bersih. Alasnya putih, agaknya baru dicuci. Bau di dalam sangat segar. Membuat orang betah tinggal berlama-lama.

Fathimah kagum melihat suasana yang sangat menyenangkan itu. Hasan dan Husain pun yang biasanya kurang begitu senang berada di rumah orang, kali ini tampak asyik bermain-main.

“Maaf, saya tidak bisa menemani Fathimah duduk, sebab saya sedang menyiapkan makan buat suami saya,“ kata Muthiah sambil sibuk di dapur.

Mendekati tengah hari, masakan itu sudah rampung. Mutiah menatanya di atas nampan. Juga, menaruh cambuk.

Fathimah bertanya, ”Suamimu kerja di mana?”

“Di ladang.”

“Penggembala?”

“Bukan. Bercocok tanam.”

“Tapi mengapa kau bawakan cambuk, untuk apa?”

“Oh, itu,” Mutiah tersenyum. “Cambuk itu saya sediakan untuk keperluan lain.”

Fathimah penasaran.

“Maksud saya begini. Kalau suami saya sedang makan, maka akan saya tanyakan apakah cocok atau tidak. Kalau dia bilang cocok, tak akan terjadi apa-apa. Tetapi kalau bilang tidak cocok, cambuk itu akan saya berikan kepadanya agar punggung saya dicambuk sebab tidak bisa menyenangkan hati suami.”

“Atas kehendak suamimukah kau bawa cambuk itu?”

“Oh, sama sekali tidak. Suami saya adalah orang yang lembut dan pengasih. Ini semua semata-mata kehendak saya agar jangan sampai saya menjadi istri yang durhaka kepada suami.”

Usai mendengar penjelasan ini, Fathimah minta permisi. Dalam hati ia berkata, pantas ia wanita penghuni surga untuk pertama kali. Baktinya kepada suami begitu besar dan tulus.

Subhanalah...


Semoga Bermanfaat! 

Share:

Kisah Inspiratif Islam | EMPAT RAHASIA KETENANGAN HIDUP

1). Aku yakin bahwa rezekiku tidak tertukar, karena itu hatiku tenang.

2). Aku yakin amalku tidak mungkin digantikan oleh yang lain,karena itu aku semangat beribadah..

3). Aku yakin bahwa Allah mengawasiku, karena itu aku malu bermaksiat..

4). Aku yakin bahwa mati selalu membuntutiku, karena itu aku selalu siap menghadapinya.. ( SYAIKH HASAN BASHRI )

Ya ALLAH,
Berikanlah kami rezeki yang berlimpah..
Rezeki yang bisa kami manfaatkan untuk orang yang membutuhkan..
Agar sedekah kami bisa banyak..

Jangan jadikan kami orang yang kikir dalam bersedekah..
Meskipun rezeki yang telah Engkau berikan belum mencapai apa yang kami inginkan..
Tetapi kami bersyukur terhadap apa yang telah Engkau berikan kepada kami..

Mohon ampuni kami ya Rabb,
Maafkan kami jika seandainya kami selalu mengeluh terhadap
kekurangan kami..
Angkatlah derajat kami
Lindungi kami Dan hapuskanlah dosa-dosa kami..

Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin

Sumber : strawberry

Share:

Kisah Hikmah Islami | KEUTAMAAN DZIKIR SETELAH SHOLAT SUBUH

Diriwayatkan oleh Tirmidzi, disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:

"Barangsiapa yang mengucapkan doa setiap selesai sholat Subuh, dan ia masih melipatkan kedua kakinya serta belum berkata-kata yang lain, yaitu doa:...

Laa Ilaaha Illa Allahu Wahdahu Laa Syarikala Lahu, Lahulmulku walahulhamdu, yuhyi wayumitu, wahuwa 'ala kulli syai'in qodiir..

Sebanyak 10 kali, maka Allah tuliskan baginya 10 kebaikan dan menghapus darinya 10 kejelekan, mengangkat derajatnya sebanyak 10 derajat, dan pada hari itu ia berada di dalam perlindungan dari setiap perkara tidak mengenakkan dan dijaga dari setan. Tidak ada yang bisa membinasakannya hari itu selain perbuatan syirik kepada Allah..

Diriwayatkan oleh Tirmidzi (no.3811) kitab Ad- Da'awat, dan ia berkata, "Hadits Hasan Shohih".

Semoga kita bisa mengamalkannya dan menjadi orang yang selalu sambung menyambung kebaikan dengan menyebarkannya. Aamiin..

Semoga Bermanfa'at!



Share:

Kisah Teladan Islam | JADILAH RATU DIHATI SUAMI

Ketika Sang suami menginginkan seorang istri untuk menjadi permaisuri di hatinya, maka itu adalah hal yang wajar, bahkan sebenarnya sang suami ingin berniat baik karena ingin berusaha menumbuhkan cinta kasihnya kepada anda demi mendapatkan keluarga yang bahagia...

Namun, ketika sang istri tidak menanggapinya dgn baik, maka hal sebaliknyalah yg akan terjadi yaitu sang suami tidak perhatian lagi dengan Anda, atau bisa saja suami anda berpaling ke perempuan lain, maukah suami anda berpaling? Tentunya tidak mau bukan..!!!

Karena sekarang marak terjadi perselingkuhan lantaran seorang suami tdk prnh lagi diperhatikan (diservis) oleh istrinya yang merupakan kebahagiaan rohani yg sangat dahsyat.

Mungkin ini adalah sedikit Tips bagi seorang istri agar senantiasa dicintai oleh suaminya :

- Berusahalah menyayanginya dengan sepenuh hati, karena Ridha suami adalah Ridha Allah juga,

- Saling lempar senyuman untuk mencairkan suasana,

- Berusaha menghibur suaminya dikala sedih maupun senang,

- Pandai merayu suami, karena bukan hanya suami aja loh yang harus pandai merayu,

- Bercanda dengannya untuk menghilangkan kesuntukan

- Dan jangan pernah menolak bila suami mengajak tidur, karena ini adalah faktor yg penting untuk keharmonisan pasangan suami istri .

Semoga Allah memberikan kebahagiaan kepada keluarga kita semua ...
Aamiin Ya Allah Ya Robbal Alamiin



Share:

Saturday, September 14, 2013

Perbedaan Islam dan Iman

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pernah ditanya tentang definisi Iman dan Apa perbedaan antara Iman dan Islam. Beliau menjawab:
Islam dalam pengertiannya secara umum adalah mengamba (beribadah) kepada Allah dengan cara menjalankan ibadah-ibadah yang disyari'atkanNya sebagaimana yang dibawa oleh para utusan-Nya sejak para Rasul itu diutus hingga hari kiamat. Ini mencakup apa yang dibawa oleh Nuh 'Alaihis sallam berupa hidayah dan kebenaran, juga yang dibawa oleh Musa 'Alaihis sallam, yang dibawa oleh Isa 'Alaihis sallam dan juga mencakup apa yang dibawa oleh Ibrahim 'Alaihis sallam, Imamul hunafa' (pimpinan orang-orang yang lurus), sebagaimana diterangkan oleh Allah dalam berbagai ayat-Nya yang menunjukkan bahwa syari'at-syari'at terdahulu seluruhnya adalah Islam kepada Allah 'Azza wa Jalla. 
 
Sedangkan Islam dalam pengertiannya secara khusus setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ajaran yang dibawa oleh beliau. Karena ajaran beliau menasakh (menghapus) seluruh ajaran yang sebelumnya, maka orang yang mengikutinya menjadi seorang muslim dan orang yang menyelisihinya bukan muslim karena ia tidak menyerahkan diri kepada Allah, akan tetapi kepada hawa nafsunya. 

Orang-orang Yahudi adalah orang-orang muslim pada zamannya Nabi Musa 'Alaihis sallam, demikian juga orang-orang Nashrani adalah orang-orang muslim pada zamannya Nabi Isa 'Alaihis sallam. Namun ketika telah diutus Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian ia mengkufurinya, maka mereka bukan jadi orang muslim lagi. 

Oleh karena itu tidak dibenarkan seseorang berkeyakinan bahwa agama yang dipeluk oleh orang-orang Yahudi dan Nashrani sekarang ini sebagai agama yang benar dan diterima di sisi Allah sebagaimana Dienul Islam. 

Bahkan orang yang berkeyakinan seperti itu berarti telah kafir dan keluar dari dienul Islam, sebab Allah Ta'ala berfirman.
"Artinya : Sesungguhnya Dien yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam". (Ali-Imran : 19)
"Artinya : Barangsiapa mencari suatu dien selain Islam, maka tidak akan diterima (dien itu) daripadanya". (Ali-Imran : 85) 

Islam yang dimaksudkan adalah Islam yang dianugrahkan oleh Allah kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dan umatnya. Allah berfirman.
"Artinya : Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepada nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu". (Al-Maidah : 3) 

Ini adalah nash yang amat jelas yang menunjukkan bahwa selain umat ini, setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, bukan pemeluk Islam. Oleh karena itu, agama yang mereka anut tidak akan diterima oleh Allah dan tidak akan memberi manfaat pada hari kiamat. Kita tidak boleh menilainya sebagai agama yang lurus. Salah besar orang yang menilai Yahudi dan Nashrani sebagai saudara, atau bahwa agama mereka pada hari ini sama pula seperti yang dianut oleh para pendahulu mereka. 

Jika kita katakan bahwa Islam berarti menghamba diri kepada Allah Ta'ala dengan menjalankan syari'at-Nya, maka dalam artian ini termasuk pula pasrah atau tunduk kepada-Nya secara zhahir maupun batin. Maka ia mencakup seluruh aspek ; aqidah, amalan maupun perkataan. Namun jika kata Islam itu disandingkan dengan Iman, maka Islam berarti amal-amal perbuatan yang zhahir berupa ucapan-ucapan lisan maupun perbuatan anggota badan. Sedangkan Iman adalah amalan batiniah yang berupa aqidah dan amal-amalan hati.
Perbedaan istilah ini bisa kita lihat dalam firman Allah Ta'ala.
"Artinya : Orang-orang Arab Badui itu berkata : 'Kami telah beriman'. Katakanlah (kepada mereka) : 'Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, 'kami telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu". (Al-Hujurat : 14)
Mengenai kisah Nabi Luth, Allah Ta'ala berfirman.
"Artinya : Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri". (Adz-Dzariyat : 35-36)
Di sini terlihat perbedaan antara mukmin dan muslim. Rumah yang berada di negeri itu zhahirnya adalah rumah yang Islami, namun ternyata di dalamnya terdapat istri Luth yang menghianatinya dengan kekufurannya. Adapun siapa saja yang keluar dari negeri itu dan selamat, maka mereka itulah kaum beriman yang hakiki, karena keimanan telah benar-benar masuk ke dalam hati mereka. 

Perbedaan istilah ini juga bisa kita lihat lebih jelas lagi dalam hadits Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu, bahwa Jibril pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai Islam dan Iman. Maka beliau menjawab : "Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji ke Baitullah". Mengenai Iman beliau menjawab : "Engkau beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Utusan-utusan-Nya, hari AKhir, serta beriman dengan qadar yang baik dan yang buruk". 

Walhasil, pengertian Islam secara mutlak adalah mencakup seluruh aspek agama termasuk Iman. Namun jika istilah Islam itu disandingkan dengan Iman, maka Islam ditafsirkan dengan amalan-amalan yang zhahir yang berupa perkataan lisan dan perbuatan anggota badan. Sedangkan Iman ditafsirkan dengan amalan-amalan batiniah berupa i'tiqad-i'tiqad dan amalan hati.
Share:

Wednesday, September 11, 2013

Kisah Hikmah Islami | Hal-Hal Yang Mengotori Hati

Seperti yang telah disampaikan oleh Aa Gym dalam tausiyahnya tentang "Hal-hal yang Mengotori Hati", Hal-hal yang dapat mengotori hati ini adalah diantaranya :
1). Cinta pada Dunia
2). Nafsu

Mari kita simak tausiyah yang disampaikan Aa Gym berikut ini :

Labels

Akhlaq (96) Fiqih (77) Aqidah (66) Hadits (64) Hikmah dan Renungan (46) Akhir Zaman (28) Silahturrahmi (27) Umat Muslim (25) cara (22) News (20) Download (19) Wallpaper (19) Alam Kubur (18) Islam (18) Muslimah (18) INFO WANITA (17) Ibadah Muslim (17) Islamic History (17) Kesehatan (17) ARTIKEL (16) Orang (16) Muslim News (15) PERLU ANDA KETAHUI (15) Tampan (15) Biografi (14) Indonesia (14) tips (14) Gila (13) Ibu (13) Surat (13) kisah teladan (13) Akhirat (12) Wanita (11) Hikmah (10) Keluarga Muslim (10) Iblis - Jin dan Setan (9) Islamidia (9) Tips Islamiah (9) kisah teladan islam (9) Kisah Inspiratif (8) Kisah-Sahabat-Nabi (8) Tanya Jawab (8) Tips Islam (8) Kisah Nabi (7) Kisah Sahabat (7) kisah hikmah islami (7) kisah inspirasi islami (7) teladan islam (7) Featured (6) Kisah Islami (6) Kisah Jin (6) Kisah-Nabi (6) Kisah-Teladan (6) Mencitaimu (6) kisah inspiratif islami (6) Biografi Ulama (5) Berita (4) Dunia (4) Dunia Islam (4) FEQIH (4) Inspiring (4) Islami (4) Kisah (4) Kisah Dan Renungan (4) Kisah Renungan (4) NASYED (4) Akhlak (3) Biografi Islam (3) Fashion (3) Habib Rizieq (3) Kajian Islam (3) Keajaiban Islam (3) Khazanah (3) Kisah Malaikat (3) Sejarah (3) Cerita Nabi (2) Kisah Muallaf (2) Lainnya (2) RENUNGAN (2) Ragam (2) Sakaratul Maut (2) Sejarah Ulama (2) cerita inspirasi (2) haji (2) hukum (2) informasi (2) inspirasi motivasi (2) inspiratif (2) kata kata inspirasi (2) kisah inspirasi (2) kisah kisah inspirasi (2) 10 Tanda Besar Kiamat (1) Adab&Akhlak (1) Ahli Kubur (1) AkhirZaman (1) Anak Islami (1) Bukan Manusia Bodoh (1) Cerita Anak Muslim (1) Daerah (1) Din Syamsudin (1) Do'a (1) Ekonomi (1) Erdogan (1) Habib Rizieq Shihab (1) ILMU PENGETAHUAN (1) INFO TERKINI (1) Ibnu Abbas (1) Ibnu Zubair (1) Imam Bukhari (1) Jagalah Hak Allah Maka Allah Akan Menjagamu (1) Kisah Cinta (1) Kisah Hikmah (1) Kisah Imam Ahmad (1) Kisah Kisah Inspirasi | Siti Khadijah (Ahli Syurga) (1) Kisah Misteri (1) Kisah Nyata (1) Kisah Sahabat Nabi SAW (1) Kisah Tabi'in (1) Kisah Tentang Sahabat Nabi SAW Yang Bernama Abu Darda ra Dan Ontanya (1) LifeStyle (1) Maka Allah Akan Memuliakanmu (1) Mukjizat (1) Muliakan Allah (1) Nabi Muhammad Saw (1) Opini (1) Renungan - Firasat Orang Shaleh (1) Sahabat Nabi (1) Sehat ala Islami (1) Senggang (1) Sibuk Menilai Orang Lain Lupa Memperbaiki Diri Sendiri (Renungan) (1) Sufi (1) Tsaqofah (1) Video (1) Wanita Teladan (1) Yusril Ihza (1) baitullah (1) berita mekkah (1) ceramah (1) cerita kisah islami (1) info mekkah (1) ka bah (1) khutbah (1) kisah cerita anak (1) kisah cerita islam (1) kisah cerita islami (1) kisah cinta mengharukan (1) kisah kisah islami (1) kisah nyata islami (1) kisah tentang sahabat nabi muhammad (1) sejarah nabi muhammad (1) tanda kiamat (1) umat (1)